Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melepas 162 atlet Surabaya yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 Riau di Balai Kota Surabaya, Kamis (6/9) sore. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya optimistis atlet-atlet Surabaya mampu bersaing dalam pesta olahraga terbesar di Indonesia kali ini. Mengacu dari hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim lalu, menurut dia, Surabaya memiliki semangat besar mengukir prestasi tingkat nasional. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini yakin atlet-atletnya mampu memberikan kontribusi bagi Jatim meraih juara umum yang ketiga kalinya. "Semua sudah kita persiapkan, latihan sudah dijalankan, saya yakin kita bisa menang," ujarnya menyemangati. Ia meminta para atlet yang hadir saat itu untuk menghilangkan keraguan ketika bertanding. Jika muncul keraguan maka itu akan berpengaruh pada hasilnya. Sebaliknya, kalau yakin pada kemampuan diri, medali emas pasti dapat diraih. Selain itu, wali kota juga menyatakan akan memberikan bonus bagi atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu. Namun, saat ditanya terkait nominalnya, ia masih merahasiakannya. “Pokoknya adalah, nanti kita beri apresiasi bagi mereka," katanya. Risma juga berjanji, jika berhasil menyabet juara umum, dirinya sendiri yang akan menjemput kontingen Surabaya di bandara Juanda lalu menggelar pesta rakyat. "Selamat bertanding, semoga sukses, dan bawa pulang emas sebanyak-banyaknya ke Surabaya," katanya. Sementara itu, Ketua KONI Surabaya, Sunardi, mengatakan Surabaya memegang peran penting dalam upaya Provinsi Jawa Timur meraih juara umum karena sebanyak 70 persen atlet yang memperkuat kontingen Jatim berasal dari Surabaya. "Jatim mengirim 532 atlet, 374 di antaranya adalah olahragawan asal Surabaya," ujarnya. Menurut dia, Surabaya memang dikenal sebagai gudangnya atlet karena tidak sedikit atlet nasional yang datang dari Surabaya. Bahkan, beberapa di antaranya sudah memiliki prestasi di tingkat internasional. Berkaca dari situ, lanjut dia, tidak mengagetkan jika skuad Jatim dalam ajang PON kali ini didominasi oleh wajah-wajah dari Surabaya. Dari 39 cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan, hanya 8 cabor yang tidak diikuti oleh peserta dari Surabaya. "Itu karena ada cabor yang belum masuk ranah KONI Surabaya, misalnya Motorcross, sehingga atlet kita tidak bisa bertanding untuk cabor tersebut. Memang aturannya seperti itu," kata Sunardi. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026