Surabaya - Komisi D DPRD Jawa Timur berencana memanggil Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan untuk mengavaluasi arus mudik dan balik selama Lebaran 2012.
"Kami akan mengagendakan jadwal pertemuan pada pertengahan September ini. Kami membicarakan evaluasi selama arus mudik dan balik Lebaran," ujar anggota Komisi D DPRD Jatim Irwan Setiawan di Surabaya, Selasa.
Pihaknya melihat, secara umum pelaksanaan arus mudik dan balik berjalan lancar. Hanya saja sangat banyak catatan yang harus dievaluasi, terutama semakin meningkatnya angka kecelakaan pada tahun ini.
Berdasar hasil catatan Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Pemprov Jatim pada "H-7" hingga "H+5" Lebaran, total 1.073 kasus kecelakaan terjadi di jalur Jawa Timur.
Dari sejumlah angka tersebut, sebanyak 1.000 lebih kasus melibatkan kendaraan roda dua atau sepeda motor. Kondisi itu naik dibanding tahun 2011 sekitar 800 kasus.
Dari total kasus kecelakaan, 113 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka berat maupun luka ringan. Bahkan 70 persen di antara korban meninggal dunia melibatkan kendaraan roda dua.
"Ini yang menjadi catatan utama. Jumlah kecelakaan sangat tinggi sehingga menyebabkan korban yang tinggi pula. Ke depan, bagaimana antisipasi supaya tidak terjadi hal sedemikian," kata legislator asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Di samping itu, pihaknya mengaku juga akan mengevaluasi alat transporasi, khususnya kendaraan mudik gratis, baik bus, kereta api maupun kapal laut. Apalagi banyak sekali laporan yang masuk tentang tidak maksimalnya pelaksanaan mudik gratis.
"Terutama dari kapal laut. Kami melihat sangat banyak keluhan, bahkan ada kasus di Sumenep tentang pelaksanaan mudik gratis kapal tujuan kepulauan. Kami harap tidak ada lagi keluhan dan masyarakat bisa menikmatinya," tukas Irwan.
Sedangkan bagi pelaksanaan mudik gratis bus dan kereta api, lanjut dia, secara mayoritas lebih baik dibandingkan sebelumnya. Apalagi ada penambahan armada menjadi 380 bus dengan tujuan semua daerah di Jatim, serta dua kereta api ekonomi AC tujuan Surabaya ke Madiun dan Surabaya ke Blitar.
"Mendatang, kami harap pemerintah kabupaten maupun kota bisa menindaklanjuti pelaksanaan arus mudik gratis dengan menyiapkan alat transportasi bagi penumpang yang ikut mudik gratis, baik bus maupun kereta api. Ada laporan pemudik yang kesulitan alat transportasi ketika turun dari bus atau kereta api," ucapnya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.