Surabaya - Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya menjamin pelaksanaan Muscab di Hotel Bumi Surabaya pada Jumat (31/8) aman, meski sempat ada gerakan yang mengancam akan membubarkan muscab. Ketua Panitia Muscab PD Surabaya Dedy Prasetyo, Kamis, mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi adanya kericuhan maupun hal-hal lain yang bisa mengancam muscab kali ini gagal. "Pihak kepolisian saat ini sedang berada di lokasi untuk melakukan pengamanan menjelang pelaksanaan muscab, Jumat (31/8)," katanya. Menurut dia, pengamanan pada muscab kali ini akan diperketat sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan tidak semua orang bisa masuk ke arena muscab jika tidak memiliki undangan. Informasi yang dihimpun ANTARA di internal DPC PD Surabaya menyebutkan bahwa pihak manajemen Hotel Bumi Surabaya sempat didatangi sekelompok orang yang mirip preman dan meminta agar tidak memberikan tempat untuk pelaksanaan Muscab. "Kami barusan diberitahu hal ini. Makanya kami minta kepolisian terdekat untuk menjaga lokasi muscab," kata salah satu sumber di internal PD Surabaya yang namanya enggan disebutkan. Indikasi rawan ricuh tersebut dapat dilihat pada saat digelarnya uji kelayakan dan kepatutan ("fit and proper test) yang dikuti lima calon pada Selasa (28/8). Dalam uji kelayakan tersebut terlihat beberapa bakal calon yang membawa banyak pengawal di luar kader PD untuk mendampinginya. Mereka terlihat seperti preman dengan postur tubuh tinggi dan rambut panjang. Sementara itu, di salah satu sisi kandidat bakal calon ketua PD Surabaya saat ini telah mengerucut kepada dua calon terkuat yakni M.Rizal (Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Dana DPD PD Jatim) dan Dadik Risdiyanto (Wakil Ketua Divisi Pembinaan Organisasi DPD PD Jatim). Diketahui Dadik mendapatkan dukungan sebagian besar pimpinan anak cabang (PAC) PD Surabaya, sedangkan M. Rizal disinyalir merupakan calon titipan dari DPD PD Jatim yang dinilai kurang mendapat dukungan PAC. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026