Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan agar pasokan kebutuhan pangan dapat diamankan mengingat semakin rentannya harga pangan dunia.
"Harga pangan international semakin sulit diperkirakan, era pangan murah nampaknya telah berakhir. Tingginya harga pangan, diproyeksikan masih akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama," kata Presiden dalam Pidato Kenegaraan RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.
Untuk itu, Presiden menegaskan perlunya menyediakan ketersediaan pangan yang memadai melalui optimalisasi sumber daya domestik.
Presiden juga menyatakan agar target surplus beras 10 juta ton pada 2014 nanti harus dapat dicapai guna mengamankan pasokan bahan pangan.
"Kita harus dapat mengamankan penyediaan pangan pokok, utamanya beras. Target penetapan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014, meskipun memerlukan kerja keras kita semua harus dapat kita wujudkan, swa sembada pangan harus kita perluas dam kita tingkatkan," kata Presiden.
Sementara itu, Presiden mengatakan, jumlah penduduk saat ini telah mencapai lebih dari 237 juta jiwa, merupakan jumlah penduduk nomor empat terbesar di dunia.
"Jumlah penduduk yang semakin besar ini, tentu membawa tantangan bagi kita untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk," katanya.
Untuk itu, Pemerintah terus berupaya menggalakkan kembali program Keluarga Berencana (KB) guna menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Presiden menambahkan, saat ini, ekonomi Indonesia mampu tetap tumbuh dengan baik dan bertahan terhadap krisis ekonomi dunia.
"Fundamental ekonomi makin kuat, fiskal kita relatif terjaga, dan kemiskinan serta pengangguran berkurang. Kenyataan ini sungguh menggembirakan kita semua," katanya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.