Bangkalan - Sebanyak 3.400 warga miskin dari tujuh desa di Kecamatan Geger, Bangkalan, menerima bantuan paket sembako Lebaran dari pemkab setempat. "Pemberian bantuan paket sembako ini atas kerja sama Pemkab Bangkalan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)," kata Camat Geger Musleh, Sabtu. Ia menjelaskan, masing-masing warga menerima bantuan paket sembako berupa 5 kilogram beras, 1 kilogram minyak goreng dan mi instan. Di Kecamatan Geger sendiri, terdapat sebanyak 13 desa. Namun yang menerima bantuan paket sembako Lebaran dari Pemkab Bangkalan kali ini hanya warga di tujuh desa. Musleh beralasan, ketujuh desa itu tergolong desa tertinggal, sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian khusus. "Masing-masing desa terdapat sebanyak 300 warga miskin yang menerima bantuan paket sembako lebaran dari pemkab Bangkalan," kata Musleh menambahkan. Bantuan paket sembako kepada 3.400 warga miskin ini merupakan program sosial Pemerintah Kabupaten Bangkalan pada bulan suci Ramadhan sebagai upaya untuk membantu mengurangi bebas masyarakat miskin dalam merayakan lebaran. Salah seorang warga penerima bantuan Salimah mengaku sangat senang dengan adanya program bantuan sembako lebaran itu, karena bisa mengurangi beban hidup mereka. Salimah merupakan satu dari ratusan warga Desa Geger yang ikut antre menerima bantuan paket sembako di wilayah itu. Perempuan yang kesehariannya sebagai buruh tani ini mengaku, dirinya bingung untuk merayakan lebaran. Sebab biasanya pada Hari Lebaran semua kerabat dan familinya yang tinggal di luar Madura datang ke rumahnya dan tinggal selama beberapa hari. "Mereka juga kan butuh makan. Tapi dengan adanya bantuan ini, paling tidak bisa meringankan beban keluarga kami," katanya dengan penuh ceria. Menurut Camat Geger Musleh, bantuan sembako lebaran yang dikucurkan pemkab pada buan Ramadhan kali ini tidak hanya terfokus di Kecamatan Geger saja, akan tetapi juga di semua wilayah kecamatan, secara bergantian. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026