Surabaya - Program operasi pasar yang dilakukan di 133 titik di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur mampu menekan stabilitas harga kebutuhan bahan pokok di pasar. "Kami sudah merinci datanya sejak diberlakukannya operasi pasar pada 13 Juli 2012. Secara psikologis, penjual menurunkan harga dan itu berdampak positif bagi konsumen," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Budi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Kamis. Setelah dua pekan berjalan, harga gula dipantau turun Rp700 dan minyak goreng curah mengalami penurunan hingga Rp900. Harg gula pasir yang sebelumnya Rp12.900 per kilogram menjadi Rp 12.200 per kilogram, sedangkan dan minyak goreng Rp11.300 turun menjadi Rp10.400. Kendati demikian, ia mengakui tidak semua kebutuhan bahan pokok mengalami penurunan. Berdasarkan pantauannya, daging ayam dan telur harganya merangkak naik. Serta ada beberapa kebutuhan pokok lainnya yang harganya tetap. "Khusus sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan mengalami penurunan harga dan perkembangannya sangat bagus karena harga tidak terlalu liar atau terkendali," tukas dia. Sampai saat ini, lanjut Budi, Pemprov Jatim sudah mengeluarkan anggaran hingga Rp811 juta. Menurut dia, diprediksi jumlahnya akan terus bertambah karena operasi pasar berlangsung sampai mendekati Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Khusus untuk dana operasi pasar, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp5 miliar. Namun jumlah itu akan bertambah seiring dengan kebutuhan di lapangan. "Kalau membengkak ya tidak masalah, semua demi menekan harga dan pelaksanaan operasi pasar. Kemungkinan bertambah hingga Rp10 miliar, tapi kami sudah mempersiapkannya," kata Budi. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026