Jakarta - Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyatakan calon Presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie perlu menggandeng tokoh muda Syaifullah Yusuf atau Puan Maharani untuk Pemilu 2014. "Daripada mewacanakan untuk melirik Ibas, lebih baik menggandeng Gus Ipul atau Puan," katanya di Jakarta, Selasa, mengenai tokoh muda untuk menjadi pasangan Ical. Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro alias Ibas Yudhoyono sebelumnya diwacanakan dilirik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menjadi pasangannya untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Syahganda mengatakan figur Ibas memang cukup menarik perhatian publik karena merupakan anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun pengalamannya dalam dunia politik masih membutuhkan waktu. "Ia juga akan terbentur persyaratan usia karena belum mencapai batas minimal 40 tahun untuk maju sebagai capres atau cawapres," paparnya. Sedangkan sosok Gus Ipul alias Syaifullah Yusuf yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur sangat berpengalaman dan cukup matang. Gus Ipul adalah tipikal anak muda yang dibesarkan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid serta menjadi harapan perjuangan kebangsaan tokoh NU. "Apalagi Syaifullah pernah tampil ke arena nasional sebagai menteri dan memimpin Gerakan Pemuda Ansor," ucap Syahganda. Bahkan, bagi Syahganda, lebih khusus Syaifullah bisa melepaskan kesulitan Ical terkait persoalan Lumpur Lapindo, yang hingga kini dirasakan masih merintangi persiapan pencapresan Ical. Oleh karena itu, menurut dia, dengan memunculkan Syaifullah akan memudahkan Ical akibat beban berat Lapindo tersebut. Sementara Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR Puan Maharani disemangati oleh ideologi kakeknya, Bung Karno yang tak diragukan kecintaannya kepada rakyat. Selain itu, posisi Puan yang juga anak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyimbolkan kesetaraan gender dan kemitraan strategis antara Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Ia menambahkan, baik Syaifullah maupun Puan Maharani tergolong anak muda yang bukan saja mampu secara nasional, namun juga memiliki karakter idealisme cukup tinggi tinggi untuk menciptakan kemajuan bangsa. Mereka mewakili komponen muda untuk menggalang suara pemilih di Jawa Timur, sekaligus memiliki basis dukungan politik yang signifikan dari unsur Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan nasionalis. "Pencalonan Ical perlu menggandeng unsur muda, demi keberlangsungan regenerasi kepemimpinan nasional. Syaifullah dan Puan tepat karena selain pantas juga dapat mengimbangi sosok Ical untuk membangun agenda pemartabatan rakyat, khususnya di bidang ekonomi," papar Syahganda. Syaifullah dan Puan, katanya, tak bisa dipisahkan dari warisan ideologi kerakyatan, mengingat keduanya memang tumbuh dalam semangat pengabdian terhadap rakyat.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026