Surabaya - PT Semen Gresik Tbk (Persero) meraih penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari pemerintah atas kepeduliannya dalam pembinaan kepada koperasi, usaha kecil, dan menengah (UKM).
Penghargaan Satya Lencana Pembangunan tersebut diterima Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto saat puncak peringatan Hari Koperasi Ke-65 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, yang dihadiri Wakil Presiden Boediono.
"Perseroan terus mendorong tumbuh-kembangnya Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) dan para UKM mitra binaan melalui program-program yang berkelanjutan," kata Dwi Soetjipto seperti dikutip dari Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Agung Wiharto melalui siaran pers.
Ia menjelaskan, saat ini KWSG tercatat sebagai salah satu koperasi terbesar di Indonesia, bahkan masuk dalam jajaran elit koperasi di seluruh dunia.
Pada 2011, KWSG membukukan pendapatan sebesar Rp1,43 triliun atau meningkat 26 persen dibandingkan dengan 2010 sekitar Rp1,14 triliun. Sisa hasil usaha (SHU) setelah pajak yang dibagikan kepada anggota mencapai Rp23,66 miliar.
"KWSG sudah menyiapkan dana investasi sebesar Rp49,04 miliar pada tahun ini untuk merealisasikan sejumlah rencana bisnis," kata Dwi Soetjipto.
Terkait dengan mitra binaan, Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Agung Wiharto menjelaskan, hingga saat ini sekitar 18.207 UKM menjadi mitra binaan perseroan dengan jumlah tenaga kerja terserap lebih dari 30.000 orang.
Pada 2011, Semen Gresik melalui Program Kemitraan telah mengucurkan dana sebesar Rp128,6 miliar untuk pinjaman lunak dan promosi kepada mitra binaan.
"Kami tidak hanya memberi kucuran modal, tetapi juga menggelar serangkaian pendidikan dan pelatihan bagi mitra binaan, seperti pelatihan diversifikasi produk, manajemen pemasaran dan keuangan sehingga UKM bisa menerapkan prinsip-prinsip bisnis modern," katanya. (*)
keterangan foto: Menteri Koperasi Sjarifuddin Hasan (dua dari kanan) didampingi Dwi Soetjipto saat menghadiri rapat anggota tahunan KWSG beberapa waktu lalu.
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.