Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christhine Lagarde di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.
Lagarde tiba di Kantor Presiden sekitar 10.30 WIB dan disambut Presiden Yudhoyono.
Dalam kunjungannya kali ini, Lagarde didampingi beberapa pejabat IMF diantaranya Direktur Asia Pasifik Departemen Anoop Singh, Kepala Divisi dan Misi IMF Untuk Indonesia Sanjaya Panth, dan Perwakilan Senior di Indonesia Milan Zavadjil.
Sedangkan Presiden didampingi beberapa pejabat diantaranya Guberbur Bank Indonesia Darmin Nasution, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Pertemuan Presiden dengan Lagarde kali ini menjadi salah satu sorotan seusai pertemuan G-20 di Los Cabos, Meksiko, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan di Los Cabos, negara G20 berkomitmen guna berpartisipasi dalam membantu mengatasi krisis ekonomi di kawasan Eropa.
IMF mengemukakan butuh dana sebesar 430 miliar dolar AS guna mengantisipasi krisis Eropa. Untuk itu, dalam pertemuan tersebut, Indonesia berkomitmen untuk ikut membantu dengan memberikan pinjaman maksimal sebesar satu miliar dolar AS guna membantu IMF mengatasi krisis ekonomi tersebut.
Sebelumnya Christine Lagarde juga telah bertemu dengan Wakil Presiden Boediono. Namun dalam pertemuan tersebut, Lagarde mengaku hanya membicarakan masalah ekonomi global serta kondisi ekonomi Indonesia, dan tidak membahas mengenai pinjaman.
"Kami tidak membahas mengenai uang, Kami mendiskusikan mengenai isu fiskal, isu penurunan ekonomi global. Kami sebelumnya pernah bertemu saat saya menjabat sebagai Menteri Ekonomi Perancis, dan kami punya pemahaman yang sama mengenai isu ekonomi ini," katanya seusai bertemu dengan Wapres Boediono, di Istana Wapres, Senin (9/7).
Lagarde berkunjung ke Indonesia selama tiga hari, 8-10 Juli. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.