Surabaya - Sebanyak 11 atlet pemusatan latihan daerah panahan Jawa Timur menjalani ritual ruwatan sebagai bagian dari upaya nonteknis untuk melancarkan perjuangan mereka menghadapi PON XVIII di Riau, 9-20 September 2012. Acara ruwatan dilakukan Pengurus Perpani Jatim di Lapangan KONI Jatim di Kertajaya, Surabaya, Senin malam, dengan pagelaran wayang kulit berlakon "Murwakala" dengan dalang Ki Narno Sabdo. Kegiatan itu bersamaan dengan pembukaan kejuaraan panahan "Surabaya Open" yang berlangsung 26-30 Juni dan diikuti atlet dari berbagai daerah serta tiga negara, yakni Singapura, Malaysia dan Thailand. "Mudah-mudahan setelah ruwatan, persiapan anak-anak menjadi lebih mantap, terutama dari sisi nonteknis sehingga prestasi mereka bisa maksimal di PON nanti," kata Sekretaris Umum Pengprov Perpani Jatim Denny Trisyanto di sela-sela acara ruwatan. Upacara tradisi Jawa untuk tujuan tolak bala ini merupakan yang pertama kali digelar Perpani Jatim dan juga seluruh cabang olahraga yang mengikuti puslatda PON. Cabang olahraga panahan menjadi salah satu cabang andalan kontingen Jatim di PON 2012 dengan dibebani target mampu merebut minimal enam medali emas. Sebanyak 11 pemanah yang diproyeksikan berlaga di PON 2012, telah menjalani program latihan intensif sejak 2011, termasuk mengikuti sejumlah kejuaraan di dalam negeri dan internasional untuk uji coba. Adapun ke-11 pemanah itu terdiri dari tujuh atlet putra, yakni Irvaldi Ananda, Fanny Ardiyanto, Kuswantoro, Eko Darmawan, Mashudianto, Agung Setyono, dan Yoke Rizaldi. Sedangkan di bagian putri terdapat Novia Nuraini, Diananda Choirunisa, Anggie Nurfitria, dan Weny Pristanti. "Dari sisi teknis, persiapan anak-anak sudah cukup bagus dan terus menunjukkan kemajuan. Kami optimistis bisa memenuhi target enam medali emas," ujar Denny Trisyanto. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026