Baghdad, 22/6 (ANTARA/AFP) - Para penentang Perdana Menteri Nuri al-Maliki dalam beberapa hari mendatang akan meminta kepala pemerintah Irak itu untuk hadir di parlemen dalam upaya baru menggulingkannya, kata ketua parlemen Osama al-Nujaifi, Kamis.
"Kekuatan-kekuatan politik yang mewakili keingingan mereka... untuk menarik kepercayaan terhadap Yang Mulia Perdana Menteri akan melanjutkan prosedur itu dan mengajukan permintaan tersebut dalam beberapa hari ini," kata Nujaifi pada jumpa pers.
Ia menyatakan bahwa parlemen menjadi penentu terakhir, namun jika mayoritas anggota parlemen tidak yakin pada jawaban-jawaban Maliki atas pertanyaan mereka, maka mosi tidak percaya terhadap perdana menteri bisa berlanjut.
Perselisihan politik panjang yang bermula dengan tuduhan-tuduhan bahwa Maliki memonopoli pengambilan keputusan dalam pemerintah persatuan nasional Irak dan bergerak ke arah kediktatoran memuncak dengan seruan-seruan bagi pengunduran dirinya.
Blok Iraqiya yang didukung Sunni, Presiden Kurdi Massud Barzani dan ulama berpengaruh Syiah Moqtada al-Sadr merupakan kekuatan utama yang mendorong pengunduran diri PM Irak itu.
Upaya untuk meminta Presiden Irak Jalal Talabani menyerukan mosi tidak percaya menemui kebuntutan bulan ini karena menurutnya oposisi kekurangan suara untuk menggulingkan Maliki.
Keputusan itu berarti bahwa satu-satunya cara para penentang Maliki bisa mendorong upaya mosi tidak percaya itu adalah meminta PM Irak tersebut hadir di parlemen dan kemudian mengadakan pemungutan suara untuk mosi tidak percaya.
Irak dilanda kekerasan yang menewaskan ratusan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.