Surabaya - Sedikitnya tiga negara dari kawasan Asia Tenggara, masing-masing Malaysia, Thailand dan Singapura dijadwalkan ikut meramaikan persaingan di kejuaraan panahan "Surabaya Open" pada 25-30 Juni 2012.
Ketua Panitia Kejuaraan Denny Trisyanto kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan, selain ketiga negara tersebut, pihaknya juga masih menunggu kepastian peserta dari beberapa negara lain.
"Panitia sudah mengirimkan undangan kepada beberapa negara, tapi sampai saat ini baru Malaysia, Thailand dan Singapura yang konfirmasi ikut. Mudah-mudahan sampai penutupan pendaftaran pada 20 Juni, ada tambahan peserta asing," katanya.
Menurut dia, Malaysia memberikan konfirmasi akan mengirimkan sebanyak 40 atlet dan Singapura mendaftarkan delapan atlet, sementara Thailand belum menyerahkan daftar atletnya.
Selain peserta mancanegara, kejuaraan panahan agenda Pengkot Perpani Surabaya ini juga diikuti atlet dari beberapa daerah di Jatim dan provinsi lain yang disiapkan menghadapi PON XVIII/2012.
"Sebenarnya ini kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya yang rutin digelar setiap tahun, tapi kali ini sedikit berbeda karena banyak daerah yang ingin ikut dan juga mengundang peserta asing," tambah Denny.
Sekretaris Umum Pengprov Perpani Jatim itu menambahkan, ajang Surabaya Open bisa dimanfaatkan atlet-atlet Puslatda Jatim untuk uji coba, baik pada nomor perorangan dan beregu yang nanti juga dilombakan pada PON 2012.
"Seluruh atlet puslatda yang berjumlah 16 orang akan turun. Tidak ada target khusus, tapi kami berharap mereka bisa meraih hasil terbaik," ujarnya.
Sebelumnya, Pengprov Perpani Jatim telah mengirimkan sebagian atlet puslatda mengikuti kejuaraan di Malaysia untuk ajang uji coba dan mematangkan persiapan menuju PON.
Panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan KONI Jatim untuk mendulang medali emas, seperti pada penyelenggaraan PON-PON sebelumnya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.