Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengusulkan ada museum bank di Kota Pahlawan dengan cara memanfaatkan bangunan cagar budaya gedung eks "De Javasche Bank Surabaya" di Jalan Garuda No 1. "Suatu kota dinilai berbudaya jika dilihat dari banyaknya museum yang ada di kota tersebut," kata Tri Rismaharini saat mengunjungi gedung eks "De Javasche Bank Surabaya" di Jalan Garuda, Kamis. Pada kesempatan itu wali kota menyampaikan penghargaan kepada Bank Indonesia (BI) yang sudah merawat gedung itu dengan baik. Bahkan pihak BI telah melakukan konservasi sejak 27 Januari 2012. Menurut dia, kunjungannya kali adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap pelestarian bangunan bersejarah di kota Surabaya. Risma memberikan apresiasi kepada BI yang telah melakukan konservasi untuk menjaga kondisi bangunan dan mengembalikannya sesuai dengan bentuk aslinya. Risma mengatakan sebenarnya, Surabaya tidak kalah dengan daerah lain. "Kita bisa memanfaatkan gedung-gedung bersejarah tersebut yang masih dalam kondisi bagus menjadi lokasi wisata," katanya. Untuk itu, Risma mengharapkan kepada BI agar bisa memanfaatkan gedung ini sebagai museum Bank di Surabaya. Pihak pemkot ingin menjadikan kota Surabaya sebagai kota jujukan wisata sejarah. Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Surabaya, Hamid Ponco Wibowo mengatakan dengan selesainya konservasi Gedung De Javasche Bank Surabaya, dharapkan pemanfaatannya sebagai salah satu alternatif kegiatan memorabilia dan pameran UMKM non-permanen dapat terlaksana. Namun, tidak mengganggu fungsinya sebagai salah satu cagar budaya di kota Surabaya. "Gedung ini merupakan salah 'track' wisata heritage 'House of Sampoerna'," ujarnya. Jika menurut sejarah, kata dia, "De Javasche Bank" merupakan bank komersial terkemuka yang didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828. Untuk kantor cabang Surabaya dibuka pada tanggal 14 September 1829. Sebagai catatan, Kantor Cabang Surabaya merupakan kantor yang pertama kali menerapkan sistem perhitungan kliring antarenam bank utama. Pada saat Bank Indonesia resmi dibentuk pada tanggal 1 Juli 1953, gedung ini masih digunakan hingga tahun 1973. Selanjutnya, dikarenakan keterbatasan ruangan untuk kegiatan operasional yang semakin bertambah, BI Surabaya menempati gedung baru di Jalan Pahlawan. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026