Gresik - Persiba Balikpapan berhasil membekuk tuan rumah Persegres Gresik United 2-0 pada pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Petrokimia Gresik, Rabu. Dua gol tim berjuluk "Beruang Madu" dilesakkan pada babak pertama, masing-masing oleh Sultan Samma pada menit ke-10 dan Ahmad Sembiring menit ke-25. Kekalahan ini melanjutkan tren buruk Persegres yang sebelumnya dipermalukan Sriwijaya FC. Pelatih Persiba Hans Peter Schaller mengaku cukup puas dengan kemenangan timnya, namun seharusnya mampu menciptakan gol lebih dari dua bila anak asuhnya bisa memanfaatkan banyak peluang. "Kami memang menang, tapi seharusnya bisa sampai lima gol jika anak-anak mampu memanfaatkan lebih peluang yang terbuang," katanya usai pertandingan. Dalam pertandingan itu, kedua tim saling bergantian menyerang sejak babak pertama, sehingga banyak peluang yang tercipta. Empat menit berjalan, tim tuan rumah menyerang melalui Marwan Sayedeh dengan melepaskan tendangan, namun hanya menyamping di sisi kanan gawang Persiba Balikpapan yang dijaga I Made Wirawan. Memasuki menit ke-10, pemain Persiba Sultan Samma berhasil lolos dari jebakan "offside" dan melesakkan tendangan ke arah gawang Persegres yang tidak mampu dibendung kiper Hery Prasetyo. Persiba memimpin 1-0. Persiba kembali menyerang dan menambah keunggulan melalui Ahmad Sembiring pada menit ke-25 setelah memaksimalkan bola sundulan Aldo Baretto. Menjelang peluit babak pertama berakhir, tim tuan rumah menarik keluar Mulham Arufin dan memasukkan Kacung Munif, tetapi serangan tim berjuluk "Laskar Joko Samudro" tetap tidak mampu mengubah keadaan. Usai turun minum, Persegres langsung menekan pertahanan Persiba melalui Marwan Sayedeh, namun tendangannya belum tepat sasaran. Melihat permainan tidak berkembang, Pelatih Persegres Joko Susilo mencoba mengganti skema permainan dengan memasukkan Uston Nawawi untuk menggantikan Rahmat Rivai. Hingga wasit Novarin Iksan meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir, skor 2-0 untuk kemenangan Persiba tidak berubah. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026