Donetsk - Pengatur permainan Prancis Franck Ribery mengatakan, ia dan rekan-rekan setimnya harus tampil tenang dan tidak melakukan persiapan berlebihan saat menghadapi Inggris pada pertandingan pertamanya di Piala Eropa 2012. Bintang Bayern Muenchen berusia 29 tahun ini - yang bermain di putaran final turnamen besar keempatnya - mengatakan tidak ada gunanya merencanakan strategi mereka secara berlebihan untuk pertandingan Senin, sebab mereka merasa telah mengenal tim Inggris dengan cukup baik. "Kami memiliki beberapa pemain yang bermain di Inggris dan mereka memahami pemain-pemain Inggris dengan baik," kata Ribery. "Pada Rabu, saya menyaksikan pertandingan persahabatan mereka (yang dimenangi Inggris 1-0)," Ribbery. "Mereka betul-betul baik saat bertahan dan memainkan serangan balik. Di depan mereka memiliki Andy Carroll atau Danny Welbeck, yang keduanya merupakan pemain yang sangat berbeda." "Yang satu (Welbeck) sangat lekat dengan bola, yang senang mendribel, dan yang lain (Carroll) lebih kokoh dan tangguh secara fisik." "Kami tentunya akan mengerjakan pekerjaan rumah kami pada mereka. Masih ada beberapa hari lagi, namun kami menghadapi pertandingan ini dengan tenang. Tidak ada gunanya memainkan pertandingan sebelum (laga) itu dilakukan, karena justru akan menempatkan tekanan yang tidak diinginkan pada kami," katanya. Ribery, yang mulai menonjol ketika ia masih bermain di Marseille dari 2005 sampai 2007 setelah tidak spektakuler di awal karirnya, menerima fakta bahwa dirinya merupakan salah satu pemain senior dan tanggung jawab lebih akan lebih banyak bertumpu di pundaknya. Ia tidak selalu diapresiasi oleh pendukung Prancis, dan bahkan pernah beberapa kali diledek - perannya pada kekisruhan Piala Dunia 2010 tidak mendongkrak popularitasnya, serta pengungkapan bahwa dirinya pernah berhubungan intim dengan wanita tuna susila. Bagaimana pun, ia merasa bahwa "halaman telah dibalik" sejak ia mencetak gol pertama untuk timnas setelah hampir puasa mencetak gol selama tiga tahun, saat Prancis menghadapi Islandia di pertandingan pemanasan bulan lalu. "Betul bahwa setiap orang menantikan gol ini, dan ini telah memberi banyak kebaikan pada saya," ucapnya. "Para penonton di malam itu memberi saya kepercayaan diri yang banyak dan hasrat untuk dua pertandingan pemanasan lainnya (ia kembali mencetak gol pada pertandingan melawan Serbia dan Estonia)." "Sang pelatih (Laurent Blanc) selalu mempercayai saya, dan kami berbicara banyak bersama-sama dengan asistennya. Mereka bahkan terbang ke Muenchen untuk berbicara pada saya dan itu adalah dorongan moril yang besar." "Pada satu topik, itu merupakan hal berat bagi mereka sebab tidak ada topik diskusi selain diri saya." "Saya gembira mendapatkan kepercayaan diri mereka. Saya sekarang merupakan bagian dari para veteran di tim ini. Saya memiliki tanggung jawab besar." Bagaimanapun, meski Ribery merasa "halaman telah dibalik", karena luka dari Piala Dunia 2010 masih ada. Ribery tidak memiliki rasa humor ketika ia ditanyai apakah ia memikirkan gurauan presiden UEFA, Michel Platini, bahwa Prancis dapat menjuarai Piala Eropa 2012 jika mereka turun dari bus. Pernyataan Platini saat ia mengadakan konferensi pers pada Rabu, mengacu pada tim yang mogok berlatih sebagai protes dari dicoretnya Nicolas Anelka dan tetap bertahan di bus, serta tidak mau mengikuti latihan. Bagaimanapun, Ribery, yang merupakan salah satu pemain senior di tim itu, ternyata enggan bergurau. "Anda pikir saya ingin menjawab pertanyaan itu?," balasnya di depan para penanya. "Saya tidak berhasrat menjawab pertanyaan ini," katanya menambahkan. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026