Surabaya - Sedikitnya lima negara sudah memberikan kepastian untuk ambil bagian dalam turnamen bulu tangkis "Indonesia International Challenge" di GOR Sudirman Surabaya pada 2-7 Juli 2012.
Sekretaris Panitia Turnamen Indonesia Challenge Eddyanto Sabarudin kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan, kelima negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Kanada, dan Korea Selatan.
"Kecuali Korsel, empat negara lainnya sudah menyerahkan daftar nama pemain. Namun, nama-nama itu masih belum final dan ada kemungkinan berubah," katanya.
Ia berharap peserta turnamen tahun ini bisa seperti penyelenggaraan 2011 yang mencatat rekor dengan diikuti sebanyak 453 atlet dari 25 negara.
Dari jumlah sebanyak tersebut, peserta asing yang tampil sejumlah 184 atlet dan pemain lokal 269 atlet, termasuk 35 pemain Pelatnas.
Peserta asing terbanyak berasal dari Malaysia dengan menurunkan 42 orang atlet, disusul Jepang (23 atlet), India (22), Thailand (18), Korea (16), dan Singapura (14)
Pada Indonesia Challenge 2012, panitia juga menambah jumlah hadiah dari sebelumnya 15.000 dolar AS menjadi 20.000 dolar AS.
"Dengan jumlah hadiah yang semakin besar, kami optimistis minat peserta lokal dan asing juga bertambah. Paling tidak, peserta asing yang hadir bisa seperti tahun lalu, karena even ini kalender resmi BAC (Konfederasi Bulu Tangkis Asia)," ujar Eddyanto.
Menurut jadwal yang dirilis panitia, pendaftaran peserta lokal ditutup pada 10 Juni, sementara untuk peserta asing berakhir pada 12 Juni. Sedangkan undian pemain dilaksanakan di markas BAC pada 21 Juni.
Turnamen Indonesia Challenge akan mempertandingkan sebanyak lima nomor, terdiri dari tunggal dan ganda putra-putri, serta ganda campuran.
Tahun lalu, pebulu tangkis asal India, Sindhu Pusarla Venkata, tampil sebagai juara di tunggal putri. Sementara mantan pemain Pelatnas Tommy Sugiarto berjaya di tunggal putra. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.