Madiun - Hasil uji laboratorium sisa bubur kacang hijau yang diduga menjadi penyebab keracunan puluhan balita dan ibunya warga Dusun Lemah Ireng, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jatim, hingga kini belum keluar dari pihak terkait.
Kasie Humas Polsek Mejayan Aiptu Bambang Murjono, Senin, mengatakan sisa bubur kacang hijau tersebut langsung diambil dan dikirim ke Polda Jatim untuk diuji jika ada kandungan zat berbahayanya pada Jumat (25/5) lalu. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum ada.
"Sampai saat ini hasilnya belum keluar. Diperkirakan, paling cepat akan keluar satu minggu setelah dikirim," ujar Aiptu Bambang Murjono saat dihubungi.
Menurut dia, polisi masih terus menyelidiki kasus ini sambil menunggu hasil laboratorium tersebut selesai. Polisi juga sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi seperti pemasak bubur, anggota posyandu, bidan, dan korban keracunan.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Upaya Kesehatan (P2UK) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Soelistyono Widyantono. Pihaknya menyatakan, sampai saat ini hasil penelitian laboratorium dari Dinkes Provinsi Jawa Timur soal bubur kacang hijau tersebut belum keluar.
"Jumat lalu saat puluhan korban diketahui keracunan, sudah langsung dikirim ke Surabaya. Namun, belum ada pemberitahuan soal hasilnya. Kami masih menunggu," kata Soelis.
Terkait kejadian keracunan tersebut, pihaknya terus memantau kondisi warga Dusun Lemah Ireng guna mengetahui jika masih ada yang mengalami gejala keracunan.
Pihaknya juga semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi ke seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Madiun agar pascakejadian keracunan tersebut ibu-ibu tidak enggan membawa balitanya periksa ke posyandu.
"Kami terus memberi wawasan kepada masyarakat tentang program posyandu. Kami tidak ingin masyarakat trauma dan anti dengan posyandu karena peristiwa kemarin. Kegiatan posyandu tetap penting untuk memantau kesehatan ibu dan anak," terang dia.
Sementara, data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban Kabupaten Madiun mencacat, jumlah korban keracunan yang masih dirawat di rumah sakit setempat hingga Senin (28/5) masih lima orang. Puluhan lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang membaik.
"Dari jumlah total 58 orang balita dan ibunya yang keracunan dan dirawat di rumah sakit, kini hanya tinggal lima orang saja yag masih dirawat. Kelimanya belum boleh pulang karena masih diare. Lima orang tersebut adalah tiga balita dan dua orang dewasa," ujar Humas RSUD Caruban kabupaten Madiun, Trimo.
Trimo menambahkan, bila melihat kemajuan dari kondisi para pasien korban keracunan tersebut, ia yakin seluruh pasien bisa pulang pada Selasa (29/5). Setelah itu, para pasien akan menjalani rawat jalan untuk memulihkan kesehatan seperti semula.
Puluhan balita dan ibunya warga Dusun Lemah Ireng, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, mengalami keracunan setelah pulang dari posyandu setempat pada Kamis (24/5). Para balita dan ibunya ini mengalami mual, muntah, panas, dan ada yang kejang setelah memakan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau yang disajikan di posyandu tersebut saat penimbangan balita.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.