Bogota (ANTARA/Reuters) - Pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) akan membebaskan wartawan Prancis Romeo Langlois pada Rabu, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, Minggu.
Langlois ditangkap bulan lalu oleh gerilyawan bersenjata berat FARC selama bentrokan dengan pasukan pemerintah Kolombia yang melakukan penyerbuan anti-narkoba di Caqueta, sebuah daerah markas pemberontak di wilayah selatan negara itu.
Pernyataan FARC itu dipasang di situs www.resistencia-colombia.org dan dibacakan pada Minggu pagi di Las Voces del Secuestro, sebuah program radio yang memungkinkan anggota-anggota keluarga mengirim pesan kepada orang yang ditahan pemberontak tersebut.
FARC meminta penengahan sebuah komite yang dibentuk oleh utusan pemerintah Prancis, perwakilan Komite Internasional Palang Merah dan mantan Senator Kolombia Piedad Cordoba.
Kelompok pemberontak itu menganggap Langlois sebagai "tahanan perang" karena ia mengenakan pakaian yang dikeluarkan militer dan rompi tahan peluru.
Langlois, seorang pewarta berusia 35 tahun yang bekerja untuk jaringan televisi global France 24, menyertai pasukan pemerintah ketika bentrokan meletus Sabtu (28/4) dengan gerilyawan FARC di wilayah selatan Caqueta, setelah pasukan menghancurkan lima laboratorium penghasil kokain yang berdekatan. Ia dikabarkan cedera di lengan dan berlari ke arah pemberontak. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.