Surabaya - Realisasi transaksi dari penyelenggaraan kegiatan pariwisata skala internasional di Jawa Timur, "Majapahit Travel Fair/MTF" 2012 mencapai Rp36 miliar lebih, melampaui target yang dipatok Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim sebesar Rp30 miliar. Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Handoyo dihubungi ANTARA di Surabaya, Selasa petang, menjelaskan bahwa realisasi transaksi MTF yang berlangsung 10 hingga 13 Mei lalu terbesar diraih dari "travel exchange/travex" senilai Rp31,048 miliar, berikutnya bursa pameran pariwisata Rp4,8 miliar dan penjualan secara ritel Rp198 juta. Pebisnis wisata mancanegara yang melakukan transaksi dengan mitranya dari Jatim tersebut, terbanyak berasal dari Malaysia, menyusul Singapura dan China. Sementara obyek wisata diminati masih tetap Gunung Bromo yang merupakan ikon pariwisata Jatim, berikutnya Malang sekitarnya serta wisata belanja. Menurut dia, obyek wisata di Jatim yang ditawarkan berikutnya yang menarik "buyers" mancanegara ialah wisata olahraga golf, penyelenggaraan "MICE" (meeting, incentive, convention and exhibition) sertam pantai Sukamade yang berada di Taman Nasional Meru Betiri, merupakan satu dari sembilan tempat penangkaran penyu di Tanah Air. Dalam MTF 2012, para pembeli sebanyak 58 pelaku bisnis wisata dari 11 negara, yakni Malaysia, China, Korsel, Singapura, Jerman dan negara di kawasan Asia Tengah dan Selatan, seperti Pakistan, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Azerbaijan, serta Kazakhstan. Sementara itu, pembeli asal dalam negeri merupakan pebisnis wisata berasal dari Jakarta, Kaltim, Medan, Lombok, Bali, Semarang, dan Bandung. Adapun jumlah "seller" (penjual) merupakan pebisnis industri hotel, biro perjalanan wisata, dan pengelola lapangan golf dari Jatim dan luar Jatim sebanyak 58 perusahaan. Ia menjelaskan MTF adalah kegiatan pariwisata internasional satu-satunya di Jatim, merupakan upaya menciptakan peluang bisnis antara pelaku pariwisata Jatim dan rekannya dari provinsi lain maupun mancanegara. Sebagai ajang promosi yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun nusantara (wisnus). "Jatim itu selama ini hanya dikenal sebagai daerah 'ampiran' (transit), pasalnya wilayah Jatim berada di antara dua daerah wisata di Tanah Air yang menjadi target utama wisman, yaitu Bali dan Yogyakarta. Makanya, melalui MTF ini kita berupaya menjadi Jatim daerah tujuan wisata utama jugam bukan sekadar 'ampiran'," ujarnya. Mengenai jumlah kunjungan wisatawan, Handoyo menuturkan selama tahun 2011 Jatim dikunjungi wisman lebih dari 224 ribu orang, atau meningkat 10,02 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 203.888 wisman. Sementara wisnus tercatat lebih dari 27 juta orang. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026