Malang - Keluarga juru kamera Trans TV, Aditya Sukardi, salah satu penumpang Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak di kawasan Gunung Salak, berharap mukjizat agar seluruh penumpang pesawat tersebut selamat.
"Semoga ada mukjizat dari Allah dan semua penumpang selamat, termasuk anak saya," kata ibu Aditya Sukardi, Tri Kardiani, ketika ditemui wartawan di kediamannya di Jalan tirto Utomo Gang 5 Nomor 10 Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Ia mengaku, dirinya mengetahui jika anaknya adalah salah satu penumpang pesawat naas yang kehilangan kontak di Gunung Salak itu setelah redaksi Trans TV menghubungi ayah Aditya, Wahyono.
Hanya saja, pada awalnya Wahyono menyembunyikan khabar tersebut, namun setelah didesak, ayah Aditya itu mengatakan jika pesawat yang ditumpagi anaknya hilang kontak dari menara Bandara Halim Perdana Kusuma dan kemungkinan jatuh di sekitar Gunung Salak.
Ia mengaku, sebelum kejadian dirinya bermimpi bertemu dengan mendiang nenek Aditya. Mungkin mimpi tersebut sebagai firasat. Bahkan ketika melihat siaran televisi yang memberitakan tentang pesawat jatuh, dalam hati dia bertanya, pesawat apa dan siapa saja penumpangnya.
"Tapi saya tidak menyangka, kalau anak saya menjadi salah satu penumpang pesawat itu. Saya sendiri menerima khabar itu tadi malam, namun sampai sekarang belum ada khabar lagi, namun saya terus memantau perkembangannya lewat siaran televisi," katanya sambil terisak.
Menurut dia, Aditya memang sering berpamitan untuk melakukan tugas jurnalistik di luar daerah, terutama saat liputan cukup lama dan lokasinya di medan berbahaya. Kecelakaan pesawat yang dialami anaknya itu juga sudah menjadi konsekuensi dan risiko seorang jurnalis di lapangan.
Beberapa waktu yang lalu, katanya, saat liputan Aditya juga pernah jatuh dari sebuah bukit di Pulau Sumatera hingga punggungnya patah. "Anak saya juga takut akan ketinggian, apalagi saat naik pesawat," ujarnya.
Namun, lanjutnya, Aditya melawan ketakutan itu demi melaksanakan tugas yang diembannya, bahkan dia juga hampir menjadi korban kecelakaan pesawat Garuda yang terbakar di Yogyakarta 2007. Tapi, dia selamat karena menumpang pesawat berikutnya.
"Saya terakhir bertemu Aditya Februari lalu, saat dia mengurus surat pindah domisili di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Dan, terakhir mendengar suaranya pada pekan lalu, dia telepon mengabari kalau istrinya sakit, tapi sekarang saya tidak tahu bagaimana kondisinya," ucapnya.
Aditya Sukardi bekerja di Trans TV sejak tujuh tahun lalu usai menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB). Hanya saja, sebelumnya Aditya ditempatkan di divisi produksi dan baru satu tahun terakhir ini pindah posisi menjadi juru kamera.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak dalam Joy Flight kedua sekitar pukul 14.33 WIB, saat pesawat melintas di atas Gunung Salak. Sebelum hilang kontak, pilot yang berasal dari Rusia itu telah menghubungi traffic control mengabarkan pesawat berada di atas ketinggian 10.000 kaki.
Setelah itu, pilot meminta izin untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki, namun, setelah itu, pilot tidak kontak lagi. Pesawat tersebut mengangkut 47 orang dari 50 orang yang masuk daftar, namun 3 orang lainnya batal ikut terbang.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.