Sidoarjo - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin meminta kepada warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) untuk lebih produktif, supaya pada saat keluar dari lapas bisa bersaing di masyarakat.
"Dalam peringatan ke-48 Hari Bhakti Pemasyarakatan ini kami ingin meminta kepada warga binaan lebih produktif lagi, supaya pada saat keluar dari lapas bisa mengembangkan ilmu yang di dapat tersebut dan diaplikasikan di masyarakat," katanya pada peringatan ke-48 Hari Bhakti Pemasyarakatan di Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jumat.
Ia mengemukakan, dalam peringatan hari Bhakti Pemasyarakatan yang mengambil tema "Membangun Optimisme Pemasyarakatan Produktif" ini, bagian dua sisi yang terpadu dan tidak bisa dipisahkan.
"Artinya, warga binaan diharapkan bisa betul - betul berproduksi dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan potensi dirinya masing - masing," ujarnya.
Sementara bagi petugas pemasyarakatan sendiri, kata dia, diharapkan bisa lebih kreatif untuk membina warga binaan, terutama untuk mencari potensi kreatif jangan hanya bekerja sebagai rutinitas sehari-hari.
Ia menyebutkan, untuk Lapas Padang saat ini telah mampu memproduksi tiang listrik beserta dengan panelnya yang setiap bulan mampu menghasilkan omzet hingga Rp1,5 miliar.
Begitu pula dengan Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo telah mampu menghasilkan barang - barang mebel dengan kualitas ekspor, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi warga binaan yang memproduksinya.
"Kami berharap, warga binaan ini bisa meningkatkan kemampuan di dalam lapas supaya kedepan bisa menjadi mandiri yang kreatif dengan berbagai macam produksi yang bisa dihasilkan," tuturnya, berharap.
Dalam kegiatan tersebu,t juga dilakukan penyerahan barang bukti berupa telepon genggam yang disita dari penyitaan yang dilakukan dari berbagai Lapas yang ada di Jawa Timur, dalam beberapa waktu terakhir.
Menkumham dalam kesempatan tersebut juga menyempatkan diri untuk melihat dari dekat hasil kerajinan dari sejumlah warga binaan dari seluruh lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.