Jakarta - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi melemah tipis sebesar tiga poin seiring kembali khawatirnya pelaku pasar uang terhadap melambatnya ekonomi China.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu pagi melemah sebesar tiga poin menjadi Rp9.183,00 daripada sebelumnya di posisi Rp9.180,00 per dolar AS.
"Kembali menyeruaknya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi China menekan nilai tukar domestik terhadap dolar AS," kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih membayangi pergerakan nilai tukar domestik terhadap dolar AS ke depannya.
Meski demikian, dolar AS masih bergerak dalam kisaran yang terbatas seiring dengan rilis data sektor perumahan AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini, masih menjadi sentimen negatif mata uang AS.
"Rilis data sektor perumahan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mata uang AS masih dapat melemah, dan sebaliknya membuat aset berisiko menjadi lebih menarik di mata pelaku pasar uang," kata dia. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.