Kairo - Jenazah wanita muda berbadan kurus dan berkulit langsat itu kini masih terbujur kaku berlumuran darah mengenaskan di Rumah Sakit Zainhum, Kairo, Mesir. Wartawan ANTARA di Kairo, Munawar Saman Makyanie, pada Ahad (25/3) petang (Ahad malam WIB) diberi izin oleh pihak berwenang rumah sakit untuk menengok jenazah tersebut. Mayat wanita berwajah mirip warga negara Indonesia (WNI) dan berusia sekitar 25-30 tahun itu diletakkan di ruang mayat bersama dengan 12 mayat tak dikenal, lima wanita dan tujuh pria. Semua jenazah tersebut tanpa ditutup, wajah dan kepala mereka dibiarkan terbuka, dan pakaian yang menempel di badan mereka pun dibiarkan seperti pada saat ditemukan. Seorang wanita setengah baya Mesir berpakaian serba hitam yang diizinkan masuk ruang mayat bersama ANTARA, langsung berteriak histeris dan jatuh pingsan di tempat setelah mengenali jenazah suaminya yang terbujur kaku berlumuruan darah di samping mayat mirip WNI tersebut. Ruang mayat itu tampaknya tidak diberi obat anti-bau sehingga aroma tidak sedap sangat menyengat begitu pintu dibuka. Sementara itu, kepala dan leher mayat mirip WNI itu masih berlumuran darah yang sudah membeku, yang kemungkinan meninggal akibat kecelakaan. Wanita berambut hitam lurus sebahu itu berpakaian lengan panjang yang agak kusam dan bercelana panjang berwarna gelap. Menurut Ahmad, penjaga ruang mayat, wanita mirip WNI itu ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, tergeletak di pinggir jalan bebas hambatan ke arah Terusan Suez, di Distrik Al Qahirah Al Jadid, kawasan perumahan elit di Kairo Timur pada Selasa (20/3) lalu. "Mayat itu tidak beridentitas, sehingga pihak keamanan rumah sakit telah mengontak KBRI untuk memastikan apakah ia WNI," kata Ahmad, dan menambahkan, "KBRI telah mengenali mayat itu dan segera akan mengambilnya". Namun, Staf Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kairo, Ali Andika Wardhana, yang dikonfirmasi ANTARA mengatakan pihaknya belum memastikan identitas mayat tersebut. "KBRI mendapat informasi dari pihak kepolisian Mesir mengenai mayat mirip WNI itu pada Jumat (23/3), dan kami sudah dua kali melihat mayat tersebut pada Sabtu dan Ahad, namun sejauh ini belum memastikan identitasnya," kata Ali. Menurut diplomat muda energik itu, pihaknya telah mencocokkan wajah wanita itu di database tenaga kerja wanita (TKW) di KBRI Kairo, namun belum teridentifikasi. TKW yang tercatat di database KBRI berjumlah 1.100 orang, namun Ali menduga bahwa TKW ilegal di Mesir jauh lebih banyak dari yang tercatat. Ketika ditanya, apakah laporan polisi kepada KBRI menyebutkan wanita itu meninggal akibat ditabrak kendaraan bermotor, Ali secara diplomatis mengatakan belum memastikan sebab kematiannya karena belum mendapatkan hasil utopsi. "Sebab kematiannya belum diketahui, dan KBRI tidak berhak meminta hasil utopsi selama mayat itu belum diketahui identitasnya," kata Ali. Jumlah WNI di Mesir berkisar 6.000 orang, sekitar 4.000 di antaranya adalah mahasiswa. Ketua Wihdah (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir-Putri), Nurul Hasanah, mengatakan pihaknya mengaku telah mendengar ditemukannya mayat wanita mirip WNI itu. "Di jejaring sosial Facebook, kabar ditemukannya mayat manita mirip orang Indonesia santer terdengar di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir sepekan terakhir, namun sejauh ini yang jelas mayat bukan dari mahasiswi Indonesia," kata Nurul Hasanah. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026