Sumenep - Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep melakukan uji daging sapi dan ayam di Pasar Anom Baru, Kecamatan Kota, dengan peralatan tes formalin guna memastikan komoditas itu bebas dari bahan pengawet tersebut, Jumat. "Kegiatan ini bentuk deteksi dan antisipasi yang dilakukan oleh kami guna mencegah kemungkinan peredaran daging, baik ayam maupun sapi, yang diberi pengawet dari formalin yang merupakan bahan berbahaya untuk dikonsumsi," kata Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Sumenep, Arief Rusdi di Sumenep. Ia menjelaskan, secara kelembagaan, pihaknya memang harus mewaspadai kemungkinan adanya oknum tertentu yang berusaha mengedarkan daging ayam maupun sapi yang diberi bahan pengawet dari formalin, guna dijual kepada warga. "Di daerah lain sudah terdeteksi adanya daging yang diberi formalin dan selanjutnya dijual kepada warga. Kami tidak ingin daging yang diberi bahan pengawet tersebut beredar di Sumenep," ujarnya. Selain di Pasar Anom Baru, kata dia, pihaknya akan melakukan uji daging sapi dan ayam di lokasi lainnya yang merupakan sentra penjualan komoditas tersebut. "Kami akan melakukan kegiatan seperti ini secara acak dan sifatnya mendadak. Pada Jumat ini, kami bersama staf memang hanya melakukan uji daging di Pasar Anom Baru," paparnya. Rusdi yang didampingi oleh pimpinan dan staf Bidang Kesehatan Hewan Disnak Sumenep membawa peralatan tes formalin ketika melakukan uji daging yang dijual pedagang di Pasar Anom Baru. Staf Disnak Sumenep meminta secuil daging, baik ayam maupun sapi, kepada sejumlah pedagang, untuk dilakukan tes formalin. "Kami juga akan melakukan tes kebusukan di laboratorium guna memastikan daging tersebut berasal dari sapi maupun ayam sehat yang baru disembelih. Kalau dagingnya berasal dari ayam maupun sapi yang disembelih dalam kondisi mati lebih dulu akibat penyakit tertentu atau lainnya, itu akan diketahui," kata Rusdi. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026