Surabaya - Perusahaan "First State Futures" menargetkan penghimpunan dana kelolaan senilai Rp200 miliar pada tahun 2012, karena besarnya animo masyarakat berinvestasi emas di Indonesia.
"Selain itu juga karena kami telah mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp100 miliar selama tahun 2011. Sementara, tahun 2010 mencapai Rp50 miliar," kata "Business Development Manager" PT First State Futures, Shanty Ong, ditemui di Surabaya, Kamis malam.
Menurut dia, kian meningkatnya minat masyarakat berinvestasi emas karena komoditas tersebut telah menjadi instrumen penanaman modal yang aman.
"Emas dianggap sebagai 'Save Haven' seiring kepraktisannya guna berinvestasi pada kondisi krisis keuangan dan ekonomi global seperti sekarang," ujarnya.
Ia menambahkan, hal tersebut dipengaruhi minat dan pemahaman masyarakat semakin tinggi terhadap instrumen investasi yang potensial.
"Kami juga berharap tahun ini jumlah nasabah meningkat dua kali lipat dari 1.000 nasabah pada tahun 2011," katanya.
Selain itu, tambah dia, pada tahun ini First State Futures masuk dalam "Top 20" perusahaan pialang berjangka di Indonesia meskipun usia perusahaannya masih dua tahun.
"Pemicu lain besarnya minat investasi emas masyarakat di Indonesia karena harga emas terus meningkat," katanya.
Ia menyebutkan, setiap tahun harga emas rata-rata naik 20 persen. Pada awal tahun 2010 harga emas Rp350.000 per gram dan meningkat menjadi Rp480.000 per gram.
"Bahkan, kini harga emas rata-rata sudah mencapai Rp510.000 per gram," katanya.
Di samping itu, lanjut dia, emas dapat dijadikan cadangan devisa contohnya saat terjadi perang atau krisis ekonomi maupun keuangan.
"Seperti sekarang, emas juga menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi menyusul harga minyak dunia terus meningkat dan krisis Eropa belum memperlihatkan pemulihan," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.