Teheran (ANTARA/AFP) - Iran dan para pejabat Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang melakukan kunjungan dua hari ke Teheran pada Selasa akan mengadakan perundingan lebih lanjut, kata delegasi negara itu kepada badan pengawas PBB.
"Putaran kedua pembahasan-pembahasan antara Iran dan IAEA mengenai kerja sama bilateral selesai satu jam yang lalu di Teheran ... Perundingan ini akan terus dilanjutkan di masa depan," kata Ali Asghar Soltanieh, seperti dikutip kantor berita ISNA.
Dia mengatakan, pembicaraan-pembicaraan terbaru itu dilakukan secara "intensif" dan mencakup "kerja sama serta saling pemahaman antara Iran dan IAEA."
Kunjungan IAEA terakhir ke Teheran pada bulan lalu tidak meyakinkan.
Iran sebelumnya mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya memandang kegiatan nuklir sebagai hak yang tak bisa dirundingkan, tetapi menegaskan mereka akan membahasnya dalam pembicaraan perdebatan dengan kekuatan-kekuatan dunia.
"Masalah kegiatan damai nuklir negara kita akan berada di
agenda pembicaraan antara Iran dan P5 +1 (lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman)," kata juru bicara kementerian luar negeri Ramin Mehmanparast.
"Permintaan utama kami adalah pengakuan atas hak kami untuk memiliki teknologi (nuklir) untuk tujuan damai," katanya.
"Itu benar telah dicapai, dan kami tidak berpikir ada masalah yang perlu dinegosiasikan mengenai aktivitas nuklir kami."
Ketegangan telah meningkat secara dramatis tahun ini atas program nuklir Iran, yang banyak dari negara-negara Barat sangka meliputi penelitian untuk mengembangkan senjata atom meskipun republik Islam itu telah membantahnya berulang-ulang. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.