Malang - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, hingga saat ini tidak memiliki data riil volume maupun nilai ekspor produk yang dihasilkan para produsen di daerah itu karena para eksportir tidak memberikan data.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang Imam Santoso, Selasa, mengakui, angka ekspor produk-produk dari daerah itu setiap tahun ada kenaikan sekitar lima persen, namun data riil volume dan nilainya dari para eksportir belum terdata.
"Berbagai produk makanan, seperti keripik buah dan tempe sudah diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Singapura, Jepang dan Malaysia. Hanya saja, data pastinya tidak bisa saya sebutkan karena para eksportir tidak memberikan datanya," tegas Imam.
Selain produk makanan, katanya, beberapa komoditas yang diekspor ke sejumlah negara adalah kerajinan kreatif, sehingga memiliki kekhasan tersendiri.
Hanya saja, lanjutnya, para eksportir harus tetap mewaspadai barang tiruan, sebab ada negara tujuan yang akhirnya meniru dan memproduksi barang serupa di negerinya, seperti alat penggorengan yang diekspor ke negara tersebut.
Sebagai antisipasi, katanya, produk yang diekspor tersebut harus ditingkatkan kualitasnya, baik barang maupun cara pengemasannya. Jika selama ini kripik buah dikemas secra tertutup, ke depan harus transparan.
Ia mengaku, sejumlah negara tujuan ekspor menginginkan kemasan yang transparan."Ini yang menjadi pemikiran kami dan produsen, bagaimana cara memenuhi keinginan pasar (negara tujuan)," tegasnya.
Beberapa komoditas ekspor dari Kota Malang yang rutin dikirimkan ke negara tujuan selain kripik buah dan tempe di antaranya adalah emas dan perak yang diproduksi oleh PT Niki Joyo, tembakau oleh PT Tobacco, furniture, kulit, plastik, dan karet sintetis.
Sedangkan negara tujuan ekspor produksi dari Kota Malang di antaranya Jerman, Amerika Serikat (AS), Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Australia, Timur Tengah, Jepang, dan Makau.
Kegiatan ekpor impor di Kota Malang bisa dilakukan dari banyak pintu, yakni lewat Disperindag Jatim, Kementerian Perdagangan maupun dari Kota Malang sendiri, sehingga data terkait eksportir maupun importir masih belum ada angka pastinya.(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.