Khartoum (ANTARA/AFP) - Gerilyawan di Darfur, Sudan barat, membebaskan lima warga Turki, Kamis, dan mereka telah tiba di Khartoum, ibu kota Sudan, kata Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Kamis. "Kami mengangkut lima warga Turki yang dibebaskan oleh Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM)," kata Aleksandra Matijevic Mosimann, seorang pejabat ICRC, kepada AFP. Ia tidak memiliki penjelasan terinci lebih lanjut namun mengatakan, orang-orang Turki itu telah tiba di Kedutaan Besar Turki di Khartoum. Dalam wawancara dengan AFP pada Desember, ketua Misi PBB-Uni Afrika di Darfur, Ibrahim Gambari, mengatakan, sejumlah orang Turki disandera selama dua atau tiga bulan. Kantor berita resmi Sudan SUNA mengatakan, orang-orang Turki itu bekerja di sektor perairan untuk sebuah perusahaan Turki dan ditangkap oleh JEM pada 8 September. Orang-orang Turki itu dipekerjakan untuk menggali sumur bagi Angkatan Bersenjata Sudan dan ditangkap oleh JEM di dekat perbatasan Sudan dengan Chad, kata juru bicara JEM Gibril Adam Bilal. "Dalam perundingan kami dengan Kedutaan Besar Turki, kami setuju menyerahkan mereka kepada Palang Merah dan seorang utusan dari Turki berada di sana," tambahnya. JEM adalah satu dari sejumlah kelompok Darfur yang memberontak pada 2003 untuk menuntut otonomi lebih luas bagi wilayah barat yang gersang itu. Mereka kini dianggap sebagai kelompok pemberontak yang paling kuat. JEM menolak menandatangani perjanjian perdamaian penengahan Qatar yang ditandatangani Sudan dan Gerakan Keadilan dan Kebebasan (LJR), sebuah kelompok pemberontak lain di Darfur. Perpecahan di kalangan pemberontak dan pertempuran yang terus berlangsung menjadi dua halangan utama bagi perundingan perdamaian yang berlangsung sejak 2003 di Chad, Nigeria dan Libya, sebelum pindah ke Doha. Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon telah mengungkapkan kekhawatiran atas peningkatan pertempuran antara gerilyawan dan pasukan pemerintah di wilayah Sudan barat itu. Ban mengatakan, ia terutama khawatir mengenai pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok gerilya Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM) serta Tentara Pembebasan Sudan (SLA) yang setia pada Minni Minnawi. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026