Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo diusulkan namanya oleh Partai Gerindra sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam bursa Pemilihan Presiden RI periode 2014-2019.
"Usulan itu dari beberapa DPD Gerindra, termasuk Jatim. Kami nilai Soekarwo sudah sangat layak berjuang dan masuk di kancah perpolitikan nasional," ujar Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyanto kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.
Menurut dia, selama tiga tahun menjadi orang nomor satu di Jatim dinilai sudah mumpuni dan layak disandingkan bersama Prabowo sebagai penguasa negeri ini.
Namun demikian partainya belum memiliki sikap resmi tentang siapa yang bakal menjadi pasangan Prabowo yang dipastikan menjadi calon presiden usungan Partai Gerindra.
"Kami sudah melakukan survei dan merangking nama-nama tokoh yang dianggap layak menjadi pendamping Prabowo. Selain Soekarwo ada juga nama Mahfud MD, Sri Mulyani dan Puan Maharani," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut.
Dari daftar rangking calon wakil presiden, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia sekaligus mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani menempati urutan pertama dengan 7,4 persen. Disusul oleh Ketua Mahkamah Konstitusi dengan perolehan 7,2 persen.
"Tapi kondisi ini belum final karena masih ada mekanisme partai yang berlaku. Peluang Mahfud MD cukup besar karena beliau sampai sekarang belum tertimpa masalah dan berbeda dengan Sri Mulyani yang sempat dianggap tersandung persoalan," tutur dia.
Sementara itu, Prabowo Subianto akan resmi dikenalkan ke publik sebagai calon presiden dalam deklarasi yang digelar 12 Februari 2012 di Jakarta. Soepriyanto mengatakan mayoritas DPD Gerindra se-Indonesia sepakat dan bulat mengusung Prabowo.
"Apalagi survei beliau cukup tinggi. Dari tiga survei yang kami amati, nama Prabowo unggul dibandingkan lainnya dengan perolehan 36 persen. Pokoknya tidak ada lawan-lah dibanding tokoh-tokoh lainnya," tukas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.
Sedangkan untuk partai sendiri, Sopriyanto mengaku masih berada di empat besar dengan perolehan 11,2 persen. Pihaknya yakin dalam jangka sekitar dua tahun ke depan bisa merubah semuanya menjadi lebih baik dan meraih suara dua digit angka. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.