Surabaya - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Jawa Timur mulai fokus membina dan menyiapkan atlet-atlet masa depan melalui program "Prioritas Utama (Prima) Remaja" yang dilaksanakan pada 2012. Ketua Pengprov PBSI Jatim Yacob Rusdianto saat rapat kerja daerah di Surabaya, Sabtu, mengemukakan, program Prima Remaja merupakan salah satu terobosan yang diharapkan bisa menjadi embrio pembentukan atlet-atlet bulu tangkis handal di masa depan. "Jatim terus berupaya mengejar ketinggalan dan ingin mengembalikan kejayaan prestasi bulu tangkis seperti era 70 hingga 90-an. Berbagai program pembinaan atlet diintensifkan, termasuk salah satunya Prima Remaja dan pelatda," katanya. Dalam program Prima Remaja, Pengprov PBSI Jatim akan menjaring bibit-bibit pebulu tangkis potensial usia 14-16 tahun dari berbagai daerah untuk dibina menjadi atlet handal dalam pemusatan latihan. "Selama tiga bulan pertama, program ini akan kita evaluasi. Kalau memang hasilnya bagus dan sesuai harapan, akan diteruskan," tambahnya. Selain Prima Remaja, PBSI Jatim juga menghidupkan kembali sirkuit bulu tangkis daerah yang vakum cukup lama, untuk memberi lebih banyak kesempatan atlet-atlet kabupaten/kota berkompetisi. "Dengan semakin banyak kompetisi, diharapkan ada bibit-bibit atlet baru yang muncul dan bisa menjadi pemain nasional," kata Yacob. Belum lama ini, tiga pebulu tangkis Jatim dari nomor ganda kembali dipanggil masuk Pelatnas Cipayung setelah lolos seleksi. Mereka adalah Ade Yusuf Santoso, Ronald Alexander dan Selvanus Geh. Namun, satu pebulu tangkis nomor tunggal yakni Febriyan Irvannaldy harus mengubur impiannya untuk terus menghuni Pelatnas, karena terkena degradasi setelah prestasinya tak kunjung membaik. "Kami berharap akan lebih banyak lagi atlet Jatim yang bisa masuk Pelatnas Cipayung dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, program pembinaan dari pengcab-pengcab harus lebih digenjot," ujar Yacob Rusdianto. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026