Jember - Dana bantuan operasional sekolah (BOS) triwulan pertama tahun 2012 untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebesar Rp44 miliar sudah cair. Manajer BOS Dinas Pendidikan Jember, Wiwik Hamiseno, Jumat, mengatakan mekanisme penyaluran dana BOS tahun ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan penyaluran tahun lalu yang sering berdampak pada molornya pencairan dana BOS. "Penyaluran BOS tahun ini lebih cepat karena tidak perlu menunggu penetapan APBD di masing-masing daerah dan jalur pencairan lebih pendek," tuturnya. Menurut dia, jumlah siswa SD negeri dan swasta penerima dana BOS di Jember sebanyak 214.902 siswa, sedangkan penerima BOS tingkat SMP negeri dan swasta sebanyak 72.423 siswa. "Masing-masing siswa SD akan menerima dana sebesar Rp580 ribu per tahun dan siswa SMP sebesar Rp710 ribu per tahun. Dana BOS per siswa mengalami kenaikan sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu," paparnya. Total anggaran BOS SMP di Jember pada triwulan pertama sebesar Rp12,88 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 72.423 siswa, sedangkan anggaran BOS SD sebesar Rp31,16 miliar dengan penerima sebanyak 214.902 siswa. Wiwik menjelaskan mekanisme penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat disalurkan ke pemerintah provinsi, kemudian langsung disalurkan ke sekolah-sekolah melalui rekening kepala sekolah yang bersangkutan. "Tahun lalu, dana BOS dari pemerintah pusat disalurkan ke kas daerah kabupaten, sehingga pencairannya harus menunggu penetapan APBD di masing-masing daerah," katanya. Ia menuturkan penyaluran dana BOS ke pemprov tersebut dengan menggunakan meknisme hibah diharapkan akan mempercepat penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah di seluruh daerah. "Alhamdulillah dana BOS triwulan pertama tahun ini sudah disalurkan ke seluruh sekolah, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan sekolah sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dalam mekanisme penggunaan BOS," ujarnya menambahkan. Sementara Ketua Komisi D DPRD Jember, Ayub Junaidi, mendesak Dinas Pendidikan Jember tetap memantau dengan ketat penggunaan dana BOS karena rawan penyimpangan. "Kami juga akan memantau penggunaan dana BOS sesuai dengan ketentuan, agar dana pendidikan yang cukup besar itu tepat sasaran dan bisa meringankan beban siswa miskin di sekolah," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.(*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026