Surabaya - Kesebelasan Persela Lamongan mengusung motivasi tinggi dengan membidik tambahan poin saat menghadapi tuan rumah Deltras pada pertandingan Liga Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (14/1).
Pelatih Persela Lamongan Miroslav Janu didampingi Asisten Pelatih Didik Ludianto kepada wartawan di Lamongan, Jumat, mengatakan kondisi timnya sedang bagus dan siap tempur menghadapi "The Lobster".
Kemenangan besar 5-1 atas Persiram Raja Ampat, Papua, di laga sebelumnya, membuat motivasi dan mental bertanding Gustavo Lopez dan kawan-kawan semakin menanjak.
"Kami datang ke Sidoarjo untuk mendapatkan poin, tetapi kami juga tidak boleh meremehkan kekuatan Deltras. Mereka sudah pasti ingin menang di kandangnya sendiri," kata Janu.
Pelatih asal Republik Ceko itu, mengaku sudah mengetahui kekuatan Deltras dan menyiapkan taktik untuk meredam tekanan lawan.
"Kami akan turun dengan materi pemain terbaik seperti saat mengalahkan Persiram. Apalagi, kondisi pemain-pemain inti tidak ada masalah," tambahnya.
Pemain tengah Gustavo Lopez dan Mario Costas, ditambah Jimmy Suparno dan Gerry Setia yang tampil menawan di laga sebelumnya, kemungkinan besar tetap dipercaya Miroslav Janu untuk menghadapi Deltras.
Dari kubu Deltras, Pelatih Jorg Peter Steinebrunner menegaskan bahwa timnya bertekad meraih hasil maksimal di kandang sendiri, setelah mengalami kekalahan beruntun dari Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura.
"Saya sudah evaluasi hasil kekalahan sebelumnya. Mudah-mudahan anak-anak bisa kembali bangkit saat menghadapi Persela," ucapnya.
Menurut ia, absennya beberapa pemain kunci seperti Sean Ronney, Budi Sudarsono dan Amos Marah memang cukup berpengaruh terhadap kekuatan timnya.
Pelatih berkebangsaan Jerman itu, menambahkan pihaknya akan memainkan kolaborasi pemain senior dan junior untuk menggagalkan ambisi "Laskar Joko Tingkir" meraih angka di Sidoarjo. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.