Sumenep - Ratusan warga Desa Tamidung, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep, Rabu, mendatangi kantor DPRD setempat guna mengadukan dugaan penyimpangan realisasi bantuan penyelamatan sapi betina produktif. Begitu tiba di depan Kantor DPRD Sumenep, polisi langsung meminta lima perwakilan dari massa yang berasal dari Desa Tamidung itu masuk ke ruangan Komisi B DPRD. "Kami menduga ada penyimpangan pada program bantuan sapi itu, di antaranya kami dan warga lainnya yang merupakan anggota kelompok peternak penerima bantuan tersebut (kelompok peternak "Sekar Wangi") hanya diberi uang Rp500 ribu," kata Saiful kepada anggota Komisi B DPRD Sumenep. Padahal, realisasi program tersebut seharusnya berwujud seekor sapi betina produktif seharga Rp6,5 juta. "Selain itu, kami menduga dana bantuan penyelamatan sapi betina produktif yang secara keseluruhan senilai Rp499 juta lebih itu dipegang oleh oknum kepala desa. Dana bantuan tersebut seharusnya dikelola oleh pengurus kelompok," ujarnya. Saiful berharap anggota Komisi B DPRD Sumenep bisa "meluruskan" realisasi bantuan sapi tersebut supaya sesuai dengan peruntukannya. "Sapi betina milik kami juga diberi tanda tertentu supaya terkesan sebagai sapi dari realisasi program bantuan tersebut," paparnya. Sementara Sekretaris Komisi B DPRD Sumenep, Sukarnaedi menjelaskan, pihaknya akan mengundang pengurus kelompok ternak "Sekar Wangi" guna diklarifikasi terkait pengaduan yang disampaikan warga Desa Tamidung. "Kami tidak boleh bertindak gegabah guna memutuskan persoalan ini dengan hanya mendengarkan informasi dari satu pihak saja. Dalam waktu dekat, kami akan mengundang pengurus kelompok peternak penerima bantuan sapi tersebut," ujarnya. Selain itu, kata dia, bantuan penyelamatan sapi betina produktif tersebut merupakan program dari pemerintah pusat pada 2011. "Kami juga harus lebih dulu memahami teknis realisasi bantuan tersebut secara rinci, karena secara kelembagaan kami sebelumnya memang tidak mengatahui adanya program itu, jika tidak ada pengaduan dari warga," ujarnya, menambahkan.


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026