Jakarta - Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengungkapkan, penghematan program pembatasan BBM bakal mencapai Rp40 triliun per tahun.
"Kalau sampai 2014 atau selama tiga tahun maka subsidi yang bisa dihemat mencapai Rp120 triliun," katanya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, nilai penghematan tersebut besar menfaatnya bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Katanya Indonesia butuh dana, mau meningkatkan kemampuan nasional. Kalau begitu maka sebaiknya subsidi BBM dihapuskan dan nanti duit subsidinya digunakan meningkatkan kemampuan nasional," ujarnya.
Widjajono mengatakan, UU APBN 2011 sebenarnya mengamanatkan penghapusan subsidi BBM melalui kenaikan harga.
Namun, opsi tersebut tidak diambil pemerintah dan juga DPR sampai batas waktunya habis pada 31 Desember 2011.
Kemudian, opsi penghapusan BBM subsidi digeser menjadi pembatasan BBM, dan memberikan subsidi kepada yang berhak.
"Jadi, tahun ini nantinya kendaraan roda empat pribadi khususnya tidak boleh lagi menggunakan BBM yang disubsidi, tetapi didorong menggunankan BBG atau BBM nonsubsidi," ucapnya, menegaskan.
Ia menambahkan, dirinya sudah meminta Wakil Menteri Perhubungan memperbaiki sistem angkutan umum agar lebih nyaman dan aman.
"Supaya penggunaan bahan bakar pada kendaraan pribadi dapat ditekan, karena akan banyak yang beralih ke kendaraan umum," katanya.
Widjajono mengaku, baru memasang alat konversi (conventer kit) di mobilnya dengan biaya pemasangan Rp2 juta yang dikerjakan pegawai PT Dirgantara Indonesia.
Ia juga berencana mengunjungi Dirgantara Indonesia di Bandung.
Pemerintah akan menjalankan pembatasan BBM bersubsidi yang dimulai dari premium per 1 April 2012.
Rencananya, pada 2012 akan mencakup pembatasan premium bersubsidi di wilayah Jawa-Bali.
Program pembatasan sudah diamanatkan UU No 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.