Situbondo - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan bahwa dengan pengangkatan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo sebagai warga kehormatan Korps Marinir menunjukkan bahwa hubungan TNI dengan Polri semakin solid.
"TNI dengan Polri semakin solid dalam menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia ini," katanya seusai upacara pengukuhan anggota kehormatan Korps Marinir di Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Kabupaten Situbondo, Jatim, Kamis.
Jenderal Polisi Timur Pradopo bersama dengan Kasad Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir.
Sebelumnya para perwira tinggi berbintang empat itu mengikuti pendaratan amfibi menggunakan tank Marinir. Tank-tank tersebut diluncurkan dari sebuah kapal perang di perairan Banongan, Asembagus, Situbondo.
Setelah mengikuti latihan operasi amfibi, para perwira tinggi itu kemudian menuju ke lokasi ketinggian di kawasan Baluran untuk menyaksikan manuver prajurit Marinir beserta kemampuan persenjataan, seperti meriam Howitzer 105 MM.
Panglima TNI yang didampingi Kasal Laksamana TNI Soeparno, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (MAr) M Alfan Baharudin dan para kepala staf lainnya itu mengemukakan bahwa baret ungu Marinir bukan sekedar simbol.
"Penganugerahan baret ungu ini merupakan apresiasi dan sekaligus kebanggan yang merupakan ciri khas dari prajurit Marinir," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa penganugerahan baret ungu itu merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dipegang teguh. Kepercayaan itu tidak saja dipertanggungjawaban kepada atasan, melainkan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara baret yang diberikan kepada Kapolri, Kasad dan Kasau dibawa oleh prajurit terlatih Marinir dari udara dengan terjun payung. Baret itu oleh Komandan Korps Marinir diberikan kepada Panglima TNI dan kemudian dipasang di kepala para warga kehormatan.
Kapolri, Kasad dan Kasau seusai acara penganugerahan itu mengaku bangga menjadi warga kehormatan korps baret ungu. Mereka mengaku bangga setelah menyaksikan latihan puncak terpadu Marinir yang berjalan seperti peperangan sesungguhnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.