Ternate - Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat pukul 15.45 WIT kembali meletus, sehingga menimbulkan kepanikan kepada warga setempat.
Kepala Sub-Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur, Kristianto ketika dihubungi di Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama, Jumat, mengatakan bahwa letusan Gunung Gamalama tersebut satu kali.
Gunung Gamalama itu kembali menyemburkan abu vulkanik tebal kelabu kehitam-hitaman dengan tinggi 1.000 meter di atas puncak gunung dan condong ke selatan.
Abu vulkanik berwarna kelabu kehitam-hitaman yang disemburkan dari puncak Gunung Gamalama tersebut diterbangkan angin ke arah selatan, kemudian menimpa permukiman warga di wilayah Ternate Selatan.
"Permukiman warga di lereng Gunung Gamalama seperti di wilayah Marikurubu, Moya dan Torano juga terkena abu vulkanik letusan gunung tersebut," katanya.
Gempa tremor selama 700 detik juga terjadi sesaat setelah gunung setinggi 1.700 meter dari permukaan laut itu meletus. Gempa seperti ini juga terjadi pada hari-hari sebelumnya.
Ia mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di gunung itu dan belum bisa diprediksi apakah masih akan mengeluarkan letusan atau tidak.
Gunung yang meletus pada 5 Desember 2011 itu masih siaga level III. Gunung ini pernah pula meletus pada tahun 2003 dan saat itu abu vulkaniknya menutupi Kota Ternate selama beberapa pecan.
Dirinya mengimbau kepada warga di Kota Ternate untuk tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar mengenai Gunung Gamalama ini, namun harus tetap waspada, karena status gunung itu masih siaga level III.
Ketika Gunung Gamalama meletus pada 5 Desember 2011, sebanyak 2000 lebih warga di daerah titik rawan sempat diungsikan di sejumlah lokasi penampungan di Kota Ternate, namun sejak 19 Desember 2011 mereka telah dipulangkan ke rumah masing-masing.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.