Sumenep - Kabupaten Sumenep segera memiliki Dewan Pendidikan baru untuk periode 2011-2016 yang akan dikukuhkan oleh bupati setempat pada Senin (19/12).
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Yayak Nur Wahyudi, Sabtu, menjelaskan, pengukuhan anggota Dewan Pendidikan sebanyak 11 orang akan digelar di Pendapa Agung setempat.
"Semuanya sudah disiapkan. Kami di Disdik Sumenep hanya bertindak sebagai fasilitator demi suksesnya pengukuhan anggota dewan pendidikan," ujarnya.
Pengukuhan 11 anggota dewan pendidikan akan dilakukan oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim.
"Setelah dikukuhkan, 11 anggota dewan pendidikan sudah bisa bekerja secara mandiri. Kami tentunya akan selalu bersinergi dengan anggota dewan pendidikan, yang secara kelembagaan memang salah satu mitra kerja kami," kata Yayak.
Sesuai Surat Keputusan Bupati Sumenep tertanggal 20 Oktober 2011, 11 anggota Dewan Pendidikan setempat adalah Mohammad Suhaidi, RB Nurul Hamzah, Ahmad Halimy, Imam Hendriyadi, dan Nasa'i.
Selain itu, Januar Herwanto, Ach Novel, Moh Ersyad, Firdaus, M Sajali, dan Jamaluddin.
Setelah melalui rapat internal pada 8 November 2011, Moh Ersyad dan Jamaluddin terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep periode 2011-2016.
Ersyad dan Jamaluddin adalah mantan anggota DPRD Sumenep periode 2004-2009.
Setelah tidak menjabat sebagai wakil rakyat, Ersyad maupun Jamaluddin aktif sebagai pengelola/penyelenggara lembaga pendidikan swasta.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Dewan Pendidikan adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat peduli pendidikan.
Sementara fungsi dan tugas dewan pendidikan di tingkat kabupaten adalah memberikan pertimbangan, arahan, dan pengawasan guna peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan serta memberikan rekomendasi kepada bupati atas keluhan dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.