Madiun - Tiket kereta api (KA) kelas binis dan eksekutif untuk liburan hari raya Natal 2011 dan tahun baru 2012 di Stasiun Madiun telah terjual hingga 50 persen dari kapasitas yang ada. "Hal ini merupakan dampak dari pemberlakukan penjualan tiket 40 hari sebelum pemberangkatan. Sedangkan untuk KA kelas ekonomi masih belum dijual," ujar Manajer Humas PT KA Daerah Operasional (Daop) VII Madiun, Sugianto, kepada wartawan, Senin. Menurut dia, karena bertepatan dengan liburan hari raya keagamaan, maka PT KA akan memberlakukan tarif batas atas untuk harga tiket KA kelas bisnis dan eksekutif. Sehingga, harga tiketnya bisa naik hingga Rp100.000 lebih dari harga normal yang biasanya memakai tarif batas bawah. "Kenaikannya bervariasi, seperti pada kereta api binis yang biasanya Rp160.000 maka batas atasnya Rp240.000, sedangkan untuk kereta api kelas eksekutif batas bawahnya Rp270.000 nanti bisa mencapai Rp350.000," terang Sugianto. Ia menjelaskan, pemberlakuan tarif batas atas tersebut, akan berlaku mulai Selasa, tanggal 20 Desember 2011 sampai dengan Kamis, tanggal 5 Januari 2012. Setelah itu tarif akan menggunakan batas tengah saat akhir pekan dan tarif batas bawah saat hari biasa. "Saat ini kami sedang menyosialisasikan ke masyarakat, agar tidak kaget saat membeli tiket untuk perjalanan jauh pada waktu-waktu yang telah ditentukan tersebut." kata Sugianto. Selain kenaikan harga dengan batas atas, pihak PT KA Daop VII Madiun juga akan melakukan penambahan jumlah gerbong sesuai dengan kekuatan dari setiap lokomotif. Sebagai contoh KA kelas eksekutif Bangukarta, yang biasanya hanya membawa tujuh gerbong, pada masa liburan Natal dan tahun baru kali ini bisa membawa sampai dengan sembilan gerbong. "Pada dasarnya kami tidak ada penambahkan kereta baru, namun kami akan memaksimalakan jumlah gerbong yang dibawa untuk semua kelas kereta. Seperti, saat biasa kereta ekonomi Brantas hanya membawa 10 gerbong, nanti selama liburan bisa membawa 12 gerbong," kata Sugianto. Pemaksimalan gerbong ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan jasa kereta api selama musim liburan hari raya Natal 2011 dan tahun baru 2012. Untuk kenyamanan penumpang, pihaknya tetap tidak menjual tiket tanpa tempat duduk. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026