Surabaya - Sebanyak 200 prajurit Korps Marinir mengikuti upacara parade dan defile Hari Armada 2011 yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung, Surabaya, Senin. Dalam kesempatan itu, prajurit Korps Marinir di bawah pimpinan Kolonel Marinir Ichwan Dargianto (Komandan Resimen Artileri-1 Marinir) juga menurunkan sejumlah material tempur. Material tempur itu antara lain, empat unit Tank PT 76, empat unit Tank AMX 10 PAC 90, empat unit Kapa K61, empat unit RM 70 Grad, enam unit Howitzer 122, enam unit Howitzer 105, dan dua unit Tatra. Dalam amanatnya, Kepala Staf Angkatan Laut menyatakan Hari Armada diperingati setiap tahunnya bukan semata-mata melaksanakan upacara dengan segenap rangkaian kegiatan-kegiatan, namun di balik itu terdapat makna ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Hari Armada juga sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi dan evaluasi di jajaran Armada RI atas pelaksanaan tugas-tugas yang telah lalu sehingga ke depan akan semakin baik," katanya. KSAL juga memaparkan sekilas sejarah berdirinya Armada RI sebagai bagian dari penggabungan seluruh alat tempur TNI AL dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan kesatuan RI. TNI AL telah tumbuh menjadi organisasi besar yang terdiri dari berbagai macam jenis alutsista, sehingga perlu penataan organisasi untuk dapat melakukan komando dan pengendalian yang efektif berdasarkan Skep Kasal Nomor A.4/2/10 Tanggal 14 September 1959. "Namun, berdirinya Armada Angkatan Laut RI yang menggabungkan seluruh jajaran kekuatan tempur laut itu diresmikan pada tanggal 5 Desember 1959, sehingga KSAL melalui Peraturan Kasal atau Perkasal Nomor 77/X/2009 tanggal 26 Oktober 2009 menetapkan setiap tanggal 5 Desember sebagai Hari Armada RI," katanya. KSAL menilai tantangan tugas Armada RI selalu berkembang, baik dari operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang, sehingga tantangan itu perlu dijawab dengan proses pembinaan dan pembangunan kemampuan dan kekuatan yang meliputi tiga pilar pembangunan yaitu kesiapan Alutsista, Profesionalisme dan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya. Setelah upacara usai, acara dilanjutkan dengan demonstrasi ketangkasan prajurit Matra Laut berupa demo Cast and Recovery, boarding exercise (Boardex), Fast rope, sailing pass, terjun payung dari prajurit Intai Amfibi Korps Marinir, dan defile pasukan. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026