Paris (ANTARA/Reuters) - Petenis Roger Federer kembali berlaga di turnamen Paris Masters dan meraih gelar pertamanya atas tuan rumah Jo-Wilfried Tsonga dengan skor 6-1, 7-6, Minggu (13/11), sekaligus menunjukkan kemampuannya menjelang turnamen final ATP World Tours.
Pemain asal Swiss unggulan ketiga tersebut, setelah menggeser kedudukan Rafa Nadal yang tercatat memenangkan 19 gelar Master dengan permainannya yang memukau, menjadi satu-satunya pemain kedua dengan gelar Roland Garros dan Bercy, dua turnamen tenis putra di Paris.
"Saya senang dan takjub dengan permainan saya kali ini," kata Federer yang telah meraih gelar ke-69 dalam 99 pertandingan final.
"Saya tidak mengatakan Jo bermain buruk, tapi menyelesaikan permainan yang tangguh itu rasanya luar bisasa," ujar Federer.
Tsonga menampik tudingan bahwa dia kurang mengimbangi permainan karena kelelahan setelah tiga jam menaklukkan petenis asal Amerika John Isner dalam pertandingan semi-final Sabtu (12/11). Namun Tsonga berbesar hati mengatakan bahwa Federer berhak atas kemenangan tersebut.
"Federer bermain baik sejak di awal pertandingan dan selanjutnya dia lebih santai sehingga pertandingan itu menjadi mudah baginya," kata Tsonga dalam konferensi pers, Minggu (13/11).
Tsonga mengaku kondisinya cukup prima saat pertandingan, tapi Federer bermain lebih baik darinya.
"Saya memang tidak bermain cukup bagus dalam pekan ini dan itu bukanlah tenis yang terbaik. Namun saya merasa lebih baik saat pertandingan tadi, tapi melawan petenis seperti Federer pastilah tidak cukup," kilah Tsonga.
Roger Federer mengalami musim yang biasa saja sesuai standarnya dengan memenangkan satu turnamen dalam 16 kali turnamen Grand Slam hingga November.
Kemenangan Beruntun
Dengan gelar Paris Masters tersebut, Roger Federer saat ini meraih 12 kemenangan beruntun, setelah gelar terakhir yang diraihnya di Basel dua pekan lalu dan dua kejuaraan Davis Cup pada September, sebelum melaju pada final ATP World Tour di London pada 20 hingga 27 November nanti.
Sebelumnya, Roger hampir mengalami kemungkinan kekalahan baik dalam turnamen Grand Slam maupun gelar Master untuk tahun pertama sejak 2001.
Fokusnya, terus bertentangan dengan Tsonga dan permainan tajam juara dunia itu, adalah menjadi unggulan keenam sebagai pemain kedua setalah Andre Aggasi dalam kejuaraan kedua turnamen Paris tersebut.
Tsonga, yang meraih gelar Master di Bercy pada 2008, mencapai dua break point pada putaran pertama, tapi Roger menghentikannya dengan serve pertamanya,
Roger unggul 4-0 setelah mengembalikan bola dengan pukulan samping dan mendapat "double break" dari kegagalan Tsonga. Roger telah mengendalikan permainan sejak 30 menit pertama dimulai.
Di putaran kedua, Tsonga berusaha menandingi penampilan Roger dan mendapatkan dua "break point" pada putaran keempat dengan satu pukulan ke sudut lawan. Tapi sayanganya Tsonga menyerahkan kesempatan itu dengan melakukan pukulan "forehand" melebar.
Tsonga mendapatkan satu "break point" pada game ke-10 tapi bola yang dipukulnya menyentuh net dan harus diselesaikan melalui "tiebreak".
Federer tetap tangguh dalam bermain dan unggul 4-0, menang 7-3 ketika melancarkan "match point" ketiga ketika Tsonga melancarkan "forehand" panjang setelah pertandingan berlangsung satu jam 26 menit, sehingga lawannya dari Swiss itu kalah untuk keempat kalinya dalam enam pertemuan mereka tahun ini.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.