Madiun - Putri Bupati Madiun, Yuanita Sholikhah binti Muhtarom, melangsungkan pernikahannya dengan dr Taufieq Ridlo Makhmud pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Pernikahan yang ditandai dengan akad nikah antara Yuanita Sholikhah dengan dr Taufieq Ridlo Makhmud ini, mungkin adalah yang paling istimewa. Sebab pelaksanaan pernikahan mereka mengandung tujuh angka satu. "Yaitu dua angka satu pada angka hari, dua angka satu pada angka bulan, serta dua angka satu pada angka tahun. Sedangkan, angka satu terakhir adalah jam pelaksanaan akad nikah yang dilakukan pada pukul 01.00 siang, usai shalat Jumat, hari ini," ujar Yuanita. Pihaknya mengaku, pelaksanaan akad nikah yang bertepatan dengan angka "cantik" tersebut bukan unsur kesengajaan. Sebab, semua hal yang berkaitan pernikahannya dengan Taufiek yang merupakan dokter di RS Pertamina, Kalimantan Selantan ini, telah diperhitungkan berdasarkan banyak hal. "Perhitungan kami bukan angka cantiknya, namun lebih pada aktivitas kami masing-masing yang sangat padat. Termasuk juga yang paling menentukan adalah kepadatan jadwal kerja ayah," kata Yuanita. Bupati Muhtarom juga mengaku tidak sengaja memilih hari Jumat, tanggal 11 November 2011 yang dipercaya oleh masyarakat sebagai hari yang "istimewa" sebagai hari pernikahan putrinya. Pertimbangan dalam menentukan tanggal pernikahan putrinya tersebut, hanya menyesuaikan dengan jadwal kegiatannyayang padat sebagai bupati. "Kami hanya menyesuaikan dengan sejumlah jadwal kegiatan penting lainnya. Selain itu, kami juga tidak ingin mengulur-ulur waktu untuk menikahkan anak saya. Hasilnya ternyata tanggal yang terpilih malah bagus," papar Bupati Muhtarom. Ia tidak ingin mengulur-ulur waktu, karena tanggal 11 November 2011 masih berada dalam bulan Dzulhijah dalam penanggalan miladiyah atau bulan Besar pada penanggalan Jawa. Bulan tersebut dipercaya membawa berkah untuk sebuah pernikahan. "Selain itu, mulai tanggal 19 November mendatang, DPW PKB akan melakukan muswil. Pada tanggal-tanggal yang tidak jauh berbeda, Partai Demokrat juga mulai menggelar muscab, dengan demikian, banyak kolega birokrat dan politisi yang harus berkonsentrasi pada kegiatan tersebut," terang dia. Ia menambahkan, pernikahan putrinya ini akan dilangsungkan dalam adat Jawa dengan gaya tradisional. Sejak Senin (7/11) hingga kini, berbagai prosesi telah dilaksanakan. Di antaranya, ziarah di makam leluhur keluarga Bupati Muhtarom, kirim doa kepada leluhur di rumah pribadi keluarga Muhtarom di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, dan siraman. Pada pernikahan putrinya kali ini, Bupati Madiun Muhtarom telah menyebar 7.500 undangan. Mulai dari gubernur, para kolega bupati dan wali kota serta perangkatnya di sekitar Madiun, perangkat desa di lingkungan kerjanya hingga masyarakat biasa.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026