PBB, Mew York - Jerman, Jumat (28/10), mengatakan di Markas PBB, New York, keterlibatan perempuan dalam gagasan perdamaian penting dilakukan "bagi perdamaian yang berkelanjutan dan langgeng".
Pernyataan itu dikeluarkan saat wakil utusan tetap Jerman untuk PBB,Miguel Berger berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai peran perempuan dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan.
"Melibatkan perempuan dalam gagasan perdamaian bukan tindakan murah hati, kami memandangnya sebagai syarat utama bagi setiap perdamaian yang berkelanjutan dan langgeng," kata Berger sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu.
"Keikutsertaan perempuan akan memperkokoh kemampuan guna menyelesaikan konflik dan membangun sistem keamanan serta keadilan yang melindungi hak asasi manusia secara keseluruhan," katanya.
"Namun, kita masih menghadapi jurang pemisah antara komiten yang berulang-kali disampaikan dan situasi di lapangan," katanya. "Perempuan tetap tak terwakili dalam berbagai perundingan perdamaian dan mereka seringkali tersisihkan dalam upaya membangun perdamaian yang berkelanjutan."
"Penting untuk terus berjuang buat lebih banyak perempuan dalam posisi depan, juga di PBB, dan memberi perempuan suara selama semua tahap proses perdamaian," kata Miguel Berger.
"Ada hubungan jelas antara keikut-sertaan perempuan pada tahap awal diplomasi preventif, upaya untuk mewujudkan perdamaian atau pembangunan perdamaian dan kehadiran mereka dalam mekanisme penerapan," katanya.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.