Bojonegoro - Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Hartono menegaskan, Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) BUMD milik pemkab yang menangani migas, bisa warga dari luar, karena sulitnya persyaratan yang ditentukan.
"Kecil kemungkinan warga Bojonegoro ada yang bisa mengisi jabatan Direktur PT ADS, karena sulitnya persyaratan yang ditetapkan," katanya, Senin.
Dalam beberapa tahun terakhir, jabatan Direktur PT ADS yang mengelola penyertaan modal atau "participating interest" (PI) migas Blok Cepu, dibiarkan kosong. Namun, menurut dia, pihaknya sudah membahas dan menentukan berbagai persyaratan, seseorang untuk bisa menjabat sebagai Direktur PT ADS.
"Kami sudah mulai membahas pengisian jabatan Direktur PT ADS, tapi masih sebatas kriteria, belum menentukan figur yang cocok," katanya mengungkapkan.
Ia menjelaskan, dari kriteria yang ditetapkan yang merupakan persyaratan sebagai Direktur PT ADS yaitu, harus mampu menguasai masalah perminyakan, bisa berbahasa Inggris aktif dan mengerti masalah keuangan.
Sebab, menurut dia, dalam menangani migas Blok Cepu, dalam rapat yang dilaksanakan selalu memanfaatkan bahasa Ingris, sebab operator migas Blok Cepu dari Amerika Serikat, Exxon Mobil.
Mengenai kapan pengisian jataban Direktur PT ADS, Setyo Hartono menyatakan, secepatnya.
"Target kita dalam sebulan ini sudah terisi, kalau memang belum bisa, kita tidak memaksakan," katanya menegaskan.
PT ADS, mengelola penyertaan modal migas Blok Cepu sebesar 4,7 persen, dari total penyertaan modal 10 persen yang harus dibagi dengan Kabupaten Blora, Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Jatim.
Pembiayaan PI yang diperoleh Bojonegoro, 4,6 persen itu, PT ADS bekerja sama dengan PT Surya Energie Raya (SER) milik Surya Paloh, selaku penyandang dana. Karena jabatan Direktur PT ADS kosong, dalam berbagai kegiatan masalah migas Blok Cepu, langsung ditangani jajaran PT SER. (*).
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.