Jember - Sebanyak 23 mahasiswa asing dari berbagai negara belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia di Universitas Jember (Unej), Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pembantu Rektor I Unej, Prof Agus Subekti MSc PhD, Senin, mengatakan mahasiswa asing tersebut mengikuti program Dharma Siswa untuk belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia, serta dari program Karya Siswa yang belajar di berbagai fakultas dan program studi di Unej.
"Tujuh mahasiswa mengikuti program Dharma Siswa, sedangkan 16 mahasiswa lainnya mengikuti program Karya Siswa," tuturnya.
Khusus mahasiswa asing yang mengikuti program Dharma Siswa, lanjut dia, akan berada di Jember selama enam bulan hingga satu tahun guna mempelajari sejumlah kebudayaan dan kesenian Indonesia.
"Mahasiswa asing tersebut berasal dari Slovakia, Korea Selatan, Kamboja, Thailand, Iran, Laos, Timor Leste dan Madagaskar. Hampir tiap tahun ada mahasiswa asing yang belajar di Unej," katanya menjelaskan.
Menurut dia, mahasiswa asing yang belajar di Unej mendapatkan beasiswa dari Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional, sedangkan mahasiswa yang mengikuti program Karya Siswa merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Republik Indonesia dan Universitas Jember, namun ada juga yang kuliah dengan biaya sendiri.
Sementara Humas dan Protokol Unej, Iim Fahmi Ilman mengatakan Unej menerima sebanyak 27 mahasiswa asing yang terdiri dari 11 mahasiswa program Dharma Siswa dan sisanya dari Karya Siswa pada tahun 2010.
"Mahasiswa asing itu akan belajar banyak tentang kebudayaan Indonesia seperti tari dan kesenian gamelan dengan mendapat pendampingan dari dosen Unej," tuturnya.
Ia menjelaskan, ke tujuh mahasiswa asing yang mendapat beasiswa dari Ditjen Dikti Kementerian pendidikan Nasional melalui program Dharma Siswa yakni Lantoniaina Fanirisoa Elysa (Madagaskar), Rakotonirina Seheno (Madagaskar), Razafiarimanona Alain Yves (Madagaskar), Barbara Bersedyova (Slovakia), Jana Butorova (Slovakia), Panit Pongsansook (Thailand), dan Shin Dong Min (Korea Selatan).(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.