Madiun, 10/10 (ANTARA) - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, mulai menunjukkan penurunan sekitar Rp100 hingga Rp300 perkilogramnya. Salah satu pedagang di Pasar Besar penampungan Kota Madiun, Narmi, Senin, mengatakan, penurunan tersebut berlangsung sejak sepekan terakhir. "Harga beras untuk kualitas standar mulai turun, sedangkan kulaitas bagus masih tinggi meski tidak naik. Hal ini karena stok mulai banyak menyusul panen di senumlah daerah penghasil," ujar dia. Harga beras IR 64 saat ini berkisar pada Rp7.700 perkilogramnya. Harga ini turun dari sebelumnya yang mencapai Rp8.000 perkilogramnya. Sementara, harga kualitas bagus seperti Bramu masih stabil tinggi di kisaran Rp8.500 perkilogram. Narmi memperkirakan harga beras masih akan turun lagi mengingat sebentar lagi di sejumlah daerah penghasil seperti Kabupaten Madiun dan Ngawi memasuki masa panen. Sementara, imbas dari turunnya harga beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya di Kota Madiun tergolong stabil dan bahkan turun. Di antaranya terjadi pada komoditas daging ayam potong, telur ayam, daging sapi, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih. Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Besar penampungan lainnya, Sulastri, mengatakan, harga daging ayam potong stabil Rp22.000 perkilogram, daging sapi kualitas bagus Rp60.000 perkilogram, gula pasir Rp10.000 perkilogram, Bawang merah Rp8.500 perkilogram, dan bawang putih Rp6.000 perkilogram. Kemudian, cabai rawit stabil pada harga Rp10.000 perkilogram dan cabai lalapan hijau juga stabil dikisaran harga Rp10.000 perkilogram. Kentang ukuran besar tetap pada harga Rp7.000 dan ukuran kecil Rp5.000 perkilogram. "Sedangkan harga telur ayam buras mengalami penurunan seribu Rupiah. Yakni dari 13.000 perkilogram menjadi Rp12.000 perkilogram," kata Lastri.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026