Pj harus melanjutkan program kepala daerah sebelumnya

Malang Raya (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang meminta Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang telah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk melanjutkan program pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu mengatakan, dalam melanjutkan program pembangunan tersebut, masih ada keleluasaan untuk penyesuaian yang bisa dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang.

"Pj harus melanjutkan program kepala daerah sebelumnya. Sudah ada Rencana Pembangunan Daerah (RPD), masih ada keleluasaan Pj untuk mengimprovisasi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," kata Made.

Made menjelaskan, sejumlah penyesuaian untuk melanjutkan program pembangunan dari kepala daerah sebelumnya yakni Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko itu harus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat, dan bukan keinginan pribadi semata.

Menurutnya, DPRD Kota Malang akan memberikan waktu kurang lebih selama satu minggu bagi Pj Wali Kota Malang untuk mempelajari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Malang 2023 yang saat ini masih dalam proses evaluasi dan kajian di Pemprov Jatim.

"Kami akan berikan waktu satu untuk mempelajari PAK 2023 yang kebetulan belum turun dari Gubernur. Sehingga beliau masih bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang disesuaikan," tambahnya.

Ia menambahkan, setelah Pj Wali Kota Malang mempelajari PAK 2023 tersebut, DPRD Kota Malang akan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan fraksi untuk menyatukan visi terkait pembangunan Kota Malang.

"Setelah sepekan, kami undang untuk rakor dengan pimpinan dan pimpinan fraksi guna menyatukan visi," ujarnya.

Salah satu yang menjadi perhatian para wakil rakyat tersebut, lanjutnya, adalah terkait dengan hubungan komunikasi yang diinginkan untuk terbuka. Berbagai program yang akan dilakukan oleh Pj Wali Kota Malang, diharapkan bisa disampaikan ke DPRD.

"Keinginan dewan adanya keterbukaan. Komunikasi terkait apa pun yang dilakukan Pj Wali Kota. Kita tidak akan intervensi, tapi paling tidak ada pencegahan dini seandainya menimbulkan kegaduhan publik, karena kami tahu kondisi Kota Malang," katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 12 orang Penjabat (Pj) Bupati dan Wali Kota di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Pelantikan tersebut dilakukan dalam dua sesi.



Pewarta: Vicki Febrianto
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026