Bangkalan - Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kebakaran ilalang di Bangkalan, Madura, yang terletak di sekitar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 dan nyaris menyebabkan lembaga itu ikut terbakar. "Kalau mobil pemadam kebakaran tidak segara datang ke lokasi, mungkin sekolah ini sudah hangus terbakar juga. Soalnya angin kan bertiup kencang dan di dalam sekolah itu kan ada laboratorium kimia yang memang mudah terbakar," kata Musrian, salah seorang warga yang tinggal di sekitar SMKN 2 Bangkalan, Selasa. Musrian juga merupakan salah seorang saksi mata yang mengetahui pertama kali adanya kobaran api di hutan ilalang yang berada di dekat SMKN 2 Bangkalan yang terjadi pada sekitar pukul 15.30 WIB Selasa (4/10) sore itu. Kebakaran hutan ilalang di areal seluas 1 hektare lebih ini berhasil dipadamkan setelah sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Saat itu kobaran api sudah membubung tinggi dan mulai mendekati lokasi SMKN 2 Bangkalan. Pada saat yang sama sejumlah siswa sedang mengikuti kursus dan kegiatan ektra kurikuler di lembaga pendidikan. "Saat saya kabarkan bahwa hutan ilalang terbakar, semua yang ada di dalam kelas langsung berhamburan keluar," katanya menuturkan. Ia menjelaskan, saat itu juga dirinya langsung menelpon petugas pemadam kebakaran di Pemkab Bangkalan mengabarkan bahwa hutan ilalang yang terletak dekat SKMN 2 Bangkalan terbakar. "Untungnya hanya dalam hitungan menit mobil sudah datang. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin sudah hangus sekolah ini," kata Musrian yang juga penjaga di sekolah itu. Sementara terkait dengan pelaku pembakaran hutan ilalang itu sendiri, Musrian mengaku tidak mengetahuinya. "Tapi kasus ini sudah kami laporkan ke aparat kepolisian Polres Bangkalan, bahkan saat kejadian disini juga ada petugas polisi tadi," katanya menuturkan. Kapolres Bangkalan AKBP Kasero Manggolo membenarkan adanya kebakaran hutan ilalang di Bangkalan, Selasa (4/10) sore tersebut. "Kami imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran. Sebab pada kemarau seperti sekarang ini kan api berpotensi cepat membesar, jika angin kencang," katanya menjelaskan.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026