Madiun - Pelaksanaan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP elektronik) di Kota Madiun, Jatim, terancam molor dan tidak mampu mencakup seluruh penduduk wajib KTP hingga akhir 2011, menyusul kekurangan sejumlah peralatan yang dikirim dari pusat.
"Berdasarkan laporan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, terdapat sejumlah peralatan pendukung program tersebut yang belum dikirim oleh pusat. Peralatan pendukung tersebut adalah untuk masing-masing kecamatan dan bahkan untuk dinas sendiri malah belum datang," ujar Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, setelah rapat koordinasi dengan pejabat di Asrama Haji Madiun, Rabu.
Selain terjadi kekurangan, pengiriman peralatan ke Kota Madiun juga mengalami keterlambatan dari jadwal semula. Informasi yang ia peroleh dari dinas terkait, peralatan seharusnya diterima pada tanggal 18 Agustus lalu, namun kenyataannya peralatan yang ada baru diterima pada tanggal 6 September.
"Dengan kejadian ini, pelaksanaan program KTP elektronik akan molor, baik pelaksanaan awalnya maupun target akhirnya," kata Bambang.
Sesuai jadwal, pelaksanaan KTP elektronik di Kota Madiun seharusnya sudah berjalan atau paling lambat awal Oktober nanti hingga akhir tahun ini. Namun hingga kini belum dapat dilakukan karena masih menunggu kedatangan pengiriman peralatan susulan.
Jika pelaksanaan KTP elektronik baru dimulai pada akhir Oktober, maka hingga akhir Desember mendatang penduduk Kota Madiun yang memiliki KTP elektronik baru mencapai sekitar 50 persen saja alias molor dari jadwal.
Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Madiun, Hery Ilyus, membenarkan kekurangan pengiriman peralatan pendukung program KTP elektronik tersebut.
"Kami telah melayangkan surat untuk menanyakan kekurangan peralatan itu ke pusat. Namun hingga kini kami masih menunggu jawaban pastinya," ujar Hery.
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.