Madiun - Petugas kepolisian akan melakukan "sweeping" atau sterilisasi para anggota perguruan silat Persaudaraan setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo yang akan melakukan kegiatan halalbihalal di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu. Kapolres Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan "sweeping" dilakukan guna meminimalisasi kemungkinan kerusuhan karena adanya konsentrasi massa, baik antarpesilat maupun dengan warga setempat. "Kami akan melakukan 'sweeping' di lokasi pemberangkatan serta jalan masuk ke Kota Madiun. 'Sweeping' tersebut dikonsentrasikan pada sejumlah barang atau benda yang dapat memicu kerusuhan. Di antaranya adalah tongkat, batu, senjata tajam, dan minuman keras yang mungkin dibawa oleh pesilat peserta halalbihalal," ujarnya. Adi menjelaskan, untuk sweeping di lokasi pemberangkatan akan dilakukan oleh anggota polsek dan dibantu anggota polres asal. Sehinga jika peserta berasal dari Magetan akan diperiksa terlebih dulu oleh petugas Polres Magetan. Demikian juga untuk pesilat asal Kabupaten Madiun, Ponorogo, maupun Ngawi. "Selain diperiksa mereka juga akan dikawal oleh anggota kepolisian mulai dari titik pemberangkatan sampai dengan lokasi halalbihalal di Padepokan PSH Tunas Muda Winongo yang terletak di Jalan Doho, Kelurahan wonongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Begitu juga saat perjalanan pulang," jelasnya. Untuk mengamankan agenda ini, pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dengan bantuan beberapa polres lainnya. Jika ditotal ada sekitar 3.600 anggota kepolisian dari beberapa Polres dan dibantu Polda Jatim. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan, terutama bentrok antaranggota perguruan silat. Madiun dikenal sebagai pusat dua perguruan silat terbesar yakni PSH Terate dan PSH Tunas Muda Winongo yang memiliki anggota di seluruh Indonesia. Dari 3.600 personel tersebut, sebanyak 1.240 personel disiagakan di Kota Madiun yang menjadi pusat kegiatan, terutama di Padepokan Pusat PSH Tunas Muda Winongo. Sedangkan personel lainnya bersiaga di berbagai lokasi mulai dari jalan yang dilalui peserta halalbihalal hingga fasilitas umum, dan tempat vital lainnya. Kepala Bagian Operasional Polres Madiun Kota Kompol Edi Purwanto, mengatakan dari 10 polres yang dilibatkan, enam di antaranya adalah polres di wilayah Rayon V yang berada di eks-Keresidenan Madiun antara lain Polres Madiun Kota, Polres Madiun, Polres Magetan, Polres Ngawi, Polres Ponorogo, dan Polres Pacitan. Sedangkan empat polres lainnya dari luar yakni Polres Nganjuk, Polres Kediri Kota, Polres Kediri, serta Polres Jombang. Jumlah ini masih ditambah dengan kekuatan dari Satuan Brimob Polda Jatim, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. "Kami juga meminta bantuan pasukan dari Batalyon Infantri 501/Bajra Yudha dan Kodim (Komando Distrik Militer) 0803 Madiun. Pagi tadi kami juga menggelar apel pasukan di Alun-Alun Kota Madiun untuk kesiapan pengamanan," tutur Edi. Sementara itu, Ketua Umum PSH Tunas Muda Winongo, Agus Wiyono Santoso, mengatakan pihaknya telah mengimbau ke semua anggota agar menjaga ketertiban selama pelaksanaan halalbihalal. "Kami sudah mengimbau ke semua ranting agar menjaga situasi yang kondusif selama pelaksanaan halal bi halal dan haul. Halalbihalal kali ini juga dibarengkan dengan peringatan 1.000 hari kematian (haul) Ketua Umum PSH Tunas Muda Winongo, Djimat Hendro Soewarno.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026