Surabaya - Pengurus Cabang PSSI Surabaya meminta, konflik hingga memunculkan dualisme kepengurusan di Persebaya segera diakhiri, agar klub tersebut bisa mengikuti proses verifikasi PSSI dan AFC untuk menjadi peserta liga profesional.
Wakil Ketua Pengcab PSSI Surabaya Haris Purwoko kepada wartawan di Surabaya, Selasa mengemukakan, pihaknya akan berupaya mempertemukan dua kubu pengurus yang berseteru untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Secepatnya kami akan menemui mereka agar mau duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Persebaya adalah aset Kota Surabaya dan harus diselamatkan," katanya didampingi sejumlah pengurus Pengcab PSSI Surabaya.
Persebaya terancam tidak bisa mengikuti proses verifikasi menjadi klub peserta liga profesional level 1 PSSI, jika konflik dan dualisme kepengurusan tidak segera berakhir.
Dualisme itu melibatkan Wisnu Wardhana sebagai Ketua Persebaya Divisi Utama dengan Cholid Goromah selaku ketua (ex officio) Persebaya hasil musyawarah anggota luar biasa pada 10 Agustus 2011.
Menurut Haris, persoalan Persebaya sebenarnya tidak rumit untuk diselesaikan, seandainya kedua kubu memiliki niat untuk mengakhiri konflik dan membuang egonya masing-masing.
"Kami masih cukup optimistis konflik itu bisa selesai. Jangan lagi ada yang saling menyalahkan dan menganggap sebagai pihak yang paling legal atau sah," tambahnya.
Upaya mediasi untuk menyelesaikan konflik tersebut sudah pernah dilakukan Ketua Pengprov PSSI Jatim La Nyalla Mattalitti pada 28 Agustus 2011, tetapi kubu Cholid Goromah tidak bersedia hadir.
Konflik itu semakin meruncing setelah kubu Wishnu Wardhana melaporkan dugaan pemalsuan surat undangan Musanglub Persebaya yang dilakukan Wakil Sekretaris Pengcab PSSI Surabaya Suprastowo ke Polda Jatim.
"Kami prihatin dan menyesalkan adanya oknum pengurus PSSI Surabaya yang menempatkan diri sebagai pengurus Persebaya. Padahal, PSSI Surabaya dan Persebaya itu merupakan dua organisasi yang terpisah," ujar Haris.
Ia menambahkan bahwa tidak seharusnya Pengcab PSSI Surabaya ikut terseret dalam konflik Persebaya. Namun, Ketua Pengcab PSSI Surabaya Cholid Goromah justru bersedia menerima mandat sebagai ketua (ex officio) Persebaya.
Dihubungi terpisah, Cholid Ghoromah menyatakan siap untuk berunding guna mengakhiri perseteruan di Persebaya.
"Kami dukung kalau pertemuan itu untuk masa depan Persebaya. Tapi, kalau tujuannya untuk kepentingan pribadi, lebih baik saya tidak datang," ujarnya.
Sementara Sekretaris Persebaya versi Wishnu Wardhana, Wastomi Suhari, juga mendukung upaya yang dilakukan Pengcab PSSI Surabaya untuk mempertemukan kedua belah pihak.
"Dari awal kami sudah siap untuk bertemu menyelesaikan konflik demi menyelamatkan Persebaya," katanya.
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026